Anggaran Proyek Aladin Dinsos Tebing Tinggi Diperiksa Jaksa

0
1052
20170805040401-kejari

BuktiPers.Com – Tebing Tinggi (Sumut)

Tahun 2017 ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tebing Tinggi semakin fokus dalam mengungkap segala dugaan penyelewengan anggaran yang ditampung di APBD Kota Tebing Tinggi, tak terkecuali siapa pejabat di sana.

Kini, pengungkapan itu terus dilanjutkan meski personil yang bertugas sangat terbatas dalam bekerja menyelamatkan keuangan negara.

Hingga di Juli 2017 lalu, pihak Kejaksaan, ujar Kajari Fajar Manurung melalui Kasi Pidsus, Edi Tarigan, kemarin, tengah menangani 4 kasus dugaan korupsi, diantaranya 1 berkas tahap penyidikan dan 3 tahap penyelidikan.

Dia mengatakan, dari 4 kasus dugaan korupsi, yakni 1 berkas tahap penyidikan pekerjaan lanjutan pembuatan tanggul Sei Padang tahun 2013 dengan kerugian negara Rp. 132 juta dengan tersangka SM dan 3 kasus tahap penyelidikan, yakni revitalisasi Pasar Sakti, rehab berat Pasar Sakti Dinas Koperindag, pemberian bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Aladin Dinas Sosial (Dinsos).

“3 kasus dugaan korupsi masih tahap penyelidikan untuk mengetahui, apa ada tindak pidananya atau tidak,” ujarnya.

Dari ke 4 kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejari Tebing Tinggi merupakan wujud komitmen yang dilakukan untuk memberantas tindakan korupsi di Kota Tebingtinggi. Untuk itu, dukungan masyarakat sangat diperlukan baik dalam memberikan informasi.

Selain itu, ada 3 kasus dugaan korupsi yang sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pemasangan peralatan oksigen pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi yang dananya bersumber dari APBD Tebingtinggi TA 2015.

Adapun tersangka dugaan Tipikor pemasangan peralatan oksigen pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi yang dananya bersumber dari APBD Tebingtinggi TA 2015, yakni VS, DL dan YM,” ungkap Tarigan memaparkan. (Dav/Red)