Anggota BNN Umbar Tembakan saat Razia, Akbar Tanjung Terkena Peluru Nyasar

0
160
Muhammad Akbar Tanjung (17) mengalami luka tembak dibagian dada sebelah kiri saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/3/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan

Muhammad Akbar Tanjung (17) terkena peluru nyasar petugas Badan Narkotika Nasional ( BNN) saat razia di eks lokalisasi Jalan Teratai Putih Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (28/2/2019).

Kini Akbar terbaring lemas di rumah sakit setelah peluru nayasar BNN menerjang tubuhnya.

Akbar yang masih dalam kondisi tangan diinfus serta hidung dipasang selang oksigen mengatakan, saat kejadian dirinya sedang keluar rumah untuk mencari keberadaan Adi (13), adiknya.

“Malam itu dengar mau ada razia, adik saya keluar. Mau cari adik takut nanti salah sasaran,” kata Akbar saat ditemui di Rumah Sakit Myria, Palembang, Jumat (1/3/2019).

Akbar mengatakan, hanya berjarak beberapa meter dari rumah, ia mendengar letusan senjata api secara bertubi-tubi.

Tanpa disadari, satu peluru ternyata mengenai dirinya.

Sembari memegang baju dengan kondisi berlumuran darah, Akbar langsung berlari ke rumah dan masuk ke dalam kamar.

“Tembakannya begitu banyak, langsung pegang dada ternyata kena (tembak). Saya pulang dan masuk kamar belum bilang sama ibu,” ujarnya.

Sekitar pukul 01.00, kondisi Akbar makin kritis. Reni Anggraini (16), adik Akbar, pun terkejut melihat kondisi kakaknya itu sudah berlumuran darah.

“Kamar itu lampunya dimatikan, terus Akbar teriak, ‘Ma, Akbar kena tembak’. Saya hidupkan lampu, mulutnya sudah keluar busa, dadanya berdarah, langsung dia dibawa ke rumah sakit,” ujar Reni.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Selatan Brigjen (Pol) Jhon Turman Panjaitan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya seorang warga yang terluka saat razia yang digelar pada Kamis malam.

Pihaknya saat ini sedang menelusuri apakah Akbar terkena luka tembak dari petugas atau bukan.

“Iya, memang benar ada yang terluka, sekarang lagi mau cek ke rumah sakit, akan dipastikan itu kesalahan dari siapa,” kata Jhon saat dihubungi melalui telepon.

Jhon mengatakan, BNN siap bertanggung jawab jika Akbar terkena peluru nyasar dari petugas yang menggelar razia.

Sumber : tribunnews.com