Beranda Tipikor Anggota DPRD Sidimpuan Timbul P Simanungkalit Laporkan Pembangunan RSUD Padangsidimpuan

Anggota DPRD Sidimpuan Timbul P Simanungkalit Laporkan Pembangunan RSUD Padangsidimpuan

449
0
Loading...

Buktipers.com-Padangsidimpuan (Sumut),

Ditengah cemohan tentang viral nya Anggota DPRD dari partai nasdem yang tertangkap akibat jadi bandar shabu, ternyata Anggota DPRD kota padangsidimpuan yang juga dari partai Nasdem ini tak kalah viral nya dari sorotan media, wajah Timbul P Simanungkalit hampir di setiap minggu tampil di media dengan berbagai kritikan pedas nya memperjuangkan Hak masyarakat Kota Padangsidimpuan.

Lagi, Timbul P Simanungkalit menepati janji nya untuk melaporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pada Pembangunan Gedung Baru Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran 2017 di Kota Padangsidimpuan, Pada hari Kamis (23/8/2018), yang di laporkan ke Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Sumut, yang di terima oleh AKBP Doni S. Sembiring, SH, SIK, M.Si (Kasubdit III) dan Kompol H. Sihombing di Ruang Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Sumut.

Proyek yang anggaran nya bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun 2017 dengan Nilai Kontrak Rp. 22.057.053.000,- (Duapuluh Dua Milyar Lima Puluh Tujuh Juta Lima Puluh Tiga Ribu Rupiah) Pelaksana PT. RK, Jl. Bajak II H No: 51 A, Medan. Waktu Pelaksanaan 05 Juni 2017 s.d 31 Desember 2017. Menurut Timbul P Simanungkalit politisi Partai Nasdem ini, proyek tersebut sarat dengan masalah diantara nya

Baca Juga!  Proyek Sarana SDN Unggulan Dinilai Hancur, Kadisdik Asahan Diminta Evaluasi Terhadap Pekerjaan nya

1. Kontraknya diperpanjang sampai 2 kali.

2. Konstruksi bangunan tidak lagi seperti yang direncanakan semula.

E. menemukan adanya indikasi bahwa PT. RK selaku pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya, tapi ditutup-tutupi oleh PPK dan seluruh Direksi Pekerjaan.

1. Pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) ditiadakan.

2. Pekerjaan Instalasi Fire Alarm, Instalasi Gas Medical ditiadakan.

3. Pekerjaan Instalasi Lift sampai tanggal 31 Juli belum terpasang, padahal masa waktu Kontrak sudah lama berakhir.

Timbul juga menduga bahwa Pelaksana dan Pemberi kerja telah bersekongkol menutupi ketidak mampuan PT. RK dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Pelaksana dan Pemberi Kerja telah mengabaikan kemudahan akses pasien menuju ruang UGD dengan merubah desain bangunan.

Baca Juga!  Kita Akan Penjarakan Oknum Kades Ture, Kata Ketua LCKI

Pelaksana dan Pemberi Kerja telah mengabaikan standar kesehatan dalam gedung RSU dengan tidak membangun septic tank/bio septic, tidak membangun instalasi air kotor dan air bekas di lantai.

Pelaksana dan Pemberi Kerja telah melakukan persengkolan dengan mengabaikan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung menyangkut :
Intalasi air kotor dan Instalasi penangkal petir.

Dalam laporannya sebanyak 11 halaman tersebut dengan melampirkan foto-foto bangunan dan Surat Perpanjangan Kontrak, Timbul menjelaskan panjang lebar tentang kesalahan yang dilakukan oleh Pelaksana dan Pemberi Kerja.

Kepada awak media ini, Timbul juga membeberkan identitas yang dia laporkan tersebut antara lain
1. Iskandar Bro
Pekerjaan : Direktur PT. RES KARYA
Alamat : Jl. Bajak II H No: 51 A, Medan

Baca Juga!  Dugaan Korupsi di Dinas Pertanian Madina, Penengak Hukum Dimana??

2. Ibnu Chusaini, ST
Pekerjaan : Inspector CV. DEXA UTAMA

3. Firdho Mario Dhono
Pekerjaan : Direktur CV. PELITA BUANA KONSULTANT

4. Dr. H. Aminuddin
Pekerjaan : Mantan Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan

5.Sahwan
Pekerjaan : Pejabat Pembuat Komitmen RSUD Kota Padangsidimpuan

6. H. Syamsir Siregar
Pekerjaan : Asisten PPK RSUD Kota Padangsidimpuan

7.Sumihardi Manalu, ST, MT
Pekerjaan : Tim Teknis Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Padangsidimpuan

8.Makmur Gede, Amd
Pekerjaan : Tim Teknis Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Padangsidimpuan

Timbul menduga negara telah dirugikan dalam proyek ini. Tetapi jumlah pasti kerugian negara tersebut belum bisa dihitung oleh nya karena ianya belum mendapatkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan yakni Gambar Rencana Awal, Gambar Perubahan Sesuai dengan CCO (Contract Change Order), Gambar as built drawing dan Laporan Pekerjaan. Harapan nya dugaan kasus korupsi ini segera diungkap oleh Polda Sumut.
(Ucok Siregar)

Loading...