Beranda Pendidikan Anggota DPRD Sumut Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Negeri I Dolok Panribuan

Anggota DPRD Sumut Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Negeri I Dolok Panribuan

110
0
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Richard Sidabutar, bersama Dinas Pendidikan Sumut, melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, di SMA Negeri 1 Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun, Sabtu (13/4/2019). (Foto/Stg)
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Anggota panitia khusus pencegahan dan pemberantasan Narkoba, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Richard Sidabutar, bersama Dinas Pendidikan Sumut, melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, di SMA Negeri 1 Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun, Sabtu (13/4/2019).

Tampak hadir, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Dolok Panribuan, Toni Marbun, Kaplosek Tiga Dolok, AKP S Pinem, Kepala BNNK Simalungun, Kompol Suhana Sinaga dan Dinas Pendidikan yang diwakili Kepala Seksi Pembinaan SMA Sumut, Hamonangan Aruan.

Richard Sidabutar menjelaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah menerbitkan peraturan daerah Nomor 1 tahun 2019 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika dan psikotropika, zat adiktif  dan lainnya.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Richard Sidabutar, bersama Dinas Pendidikan Sumut, melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, di SMA Negeri 1 Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun, Sabtu (13/4/2019). (Foto/Stg)

Richard juga menjelaskan, narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat-obatan yang berbahaya bagi tubuh manusia, terutama bagi penerus bangsa ini. Narkoba berasal dari bahasa Yunani. Narkoba bisa menghancurkan generasi muda dan bisa membuat seseorang tidak sadarkan diri (fly), paparnya.

Baca Juga!  KB Rajawali Gelar Pentas Seni dan Pelepasan Murid

“Sedangkan menurut UU Nomer 35 tahun 2009, narkoba adalah sejenis zat atau obat yang berasal dari tanamam atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan,”jelasnya.

Menurutnya, narkoba sendiri memiliki berbagai jenis, diantarnya, heroin, ganja dan sabu-sabu.

“Kalau ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun tanaman ini lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada biji dan daunnya. Zat ini dinamakan dengan tetrahidrokanabinol yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia yang berlebihan,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Richard Sidabutar, bersama Dinas Pendidikan Sumut, melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, di SMA Negeri 1 Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun, Sabtu (13/4/2019). (Foto/Stg)

Sedangkan sabu-sabu adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik yang memliki efek samping bagi penggunanya seperti, hiperaktif, pupil melebar, kegelisahan, mulut kering, dan bahkan dapat mengakibatkan kematian, katanya.

Baca Juga!  Kapolres Siantar Sambangi Batalyon 122/TS, Saksikan Latihan Bela Diri Yongmodo  

“Jadi narkoba juga mengandung berbagai zat seperti, stimulan, halusinogen, depresan dan zat adiktif. Zat stimulation, zat ini dapat membuat penggunanya lebih bertenaga untuk sementara waktu,”tambahnya.

Sedangkan  zat halusinogen, kata Richard, yaitu dapat mengakibatkan penggunanya berhalusinasi dengan melihat hal/benda yang tidak ada menjadi ada contohnya adalah kokain.

Sementara zat depresan, adalah zat yang dapat menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai akan merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tak sadarkan diri. Sedangkan zat adiktif ialah zat yang dapat membuat penggunanya menjadi kencanduan, bebernya.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Richard Sidabutar, bersama Dinas Pendidikan Sumut, melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, di SMA Negeri 1 Dolok Panribuan, kabupaten Simalungun, Sabtu (13/4/2019). (Foto/Stg)

“Melihat kandungan yang terdapat didalam narkoba, itu sangat membahayakan generasi penerus bangsa. Apabila digunakan secara berlebihan. Selain syaraf-syaraf didalam otak rusak, hal itu dapat membuat dehidrasi, hipotensi, hipertensi, kejang-kejang, serangan jantung, stroke, dan bahkan dapat membuat penggunanya kehilangan nyawa,”ucapnya.

Baca Juga!  TKP di Sibaganding, Pengendara Septor Tewas Digilas L300

Akibat buruk lainnya, bagi fisik pemakai narkoba, yaitu kehidupan sosial pun rusak. Pribadi sang pemakai juga menjadi malas, susah bergaul, hyperaktif, kegelisahan yang berlebih dan akan dijauhi oleh masyarakat, ujarnya.

“Agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba, setiap individu harus meningkatkan iman kepada Allah SWT, kemudian sibukan diri dengan hal-hal yang positif, pilih kegiatan yang bisa menguntungkan,”akhir Anggota DPRD Sumut ini.

(Stg)

Loading...