Beranda Sumut Antisipasi Longsor, BP2LHK Sarankan Tanam Bambu di Perbukitan yang Gundul

Antisipasi Longsor, BP2LHK Sarankan Tanam Bambu di Perbukitan yang Gundul

199
0
Foto perbukitan yang longsor akibat gundulnya Perbukitan Simarbalatuk.

Simalungun, buktipers.com – Tingginya curah hujan di kawasan Danau Toba, dan gundulnya perbukitan, sehingga mengakibatkan longsor, di beberapa titik Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Dan kondisi itu, membuat jalan rusak, di sepanjang Jalinsum yang menghubungkan Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Toba Samosir.

Padahal, pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten dan institusi lain, telah melakukan reboisasi di kawasan Danau Toba.

Bahkan, pada bulan lalu, Kapolda Sumatera Utara, telah mencanangkan penanaman sejuta pohon, di seluruh kawasan Danau Toba, khususnya di perbukitan yang gundul.

Longsor yang terus menghantui para pengguna jalan dan masyarakat ini, juga mendapat respon dari salah satu peneliti, yaitu dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli yang berpengalaman dibidang Konservasi Tanah dan Air (DAS), Asep Sukmana.

Baca Juga!  KKP Pulangkan 6 Nelayan Asal Sumut yang Ditangkap di Perairan Malaysia

Kepada buktipers.com, Kamis (31/10/2019), Asep Sukmana mengatakan, bahwa program reboisasi yang selama ini dilakukan di lahan-lahan kritis masih kurang efektif.

Pasalnya, jenis tanaman yang ditanam selama ini, juga kurang tepat fungsinya untuk menahan tanah longsor, khususnya di daerah perbukitan kawasan Danau Toba dan di sepanjang Jalinsum.

Karena tanahnya memiliki kontur dengan perbandingan pasir, tanah dan debu, dimana kandungan tanah liat dan pasir itu hampir sama, dengan kandungan granular cukup tinggi sehingga rentan terhadap longsor, katanya.

Namun sayangnya, program reboisasi yang selama ini dilakukan, justru tidak menanam bambu, melainkan cenderung menanam tanaman yang berbuah.

Padahal, tanaman tersebut kurang efektif menahan erosi, ujar Asep.

Baca Juga!  Jembatan Sidua-dua Berfungsi dengan Baik dan Arus Lalulintas Terpantau Lancar

Sejak dahulu, orangtua kita sudah melakukan penanaman tanaman bambu di lokasi perbukitan dan di daerah-daerah yang curam atau di lokasi yang terjal.

Hal itu dilakukan untuk mencegah erosi dan mencegah longsor. Kita lihat saja, di sekitar bantaran sungai, di berbagai daerah lain, pasti ditanami bambu. Karena pohon bambu paling baik untuk pembangunan terasering, guna menahan longsor di lahan-lahan kritis, paparnya.

“Bambu juga sangat efektif dalam membuat susunan tanah yang kuat untuk mencegah longsor dan menyerap air jika ditanami di sekitar Daerah Aliran Sungai dan perbukitan dan tahan terhadap kelembaban tanah. Makanya, orang tua dahulu menjadikan bambu sebagai alat untuk membantu pekerjaan bawah tanah,”tambahnya.

Baca Juga!  Soekirman Keynote Speaker Internasional Meeting 2019

Bambu bersifat kapiler, sehingga mampu menghisap air dengan sangat baik. Selain itu, batang bambu dapat menampung air yang berguna pada musim kemarau dan akar bambu juga dapat mengikat permukaan tanah, ujarnya.

Lanjutnya, bambu adalah jenis tanaman yang berakar serabut. Akarnya yang serabut dapat mengikat permukaan tanah, sehingga mengurangi terjadinya resiko tanah longsor dan erosi. Bambu juga memiliki perakaran yang dalam, sehingga dapat mencegah hilangnya bahan organik tanah, jelasnya.

Sebagai tanaman pelindung dan bambu lah paling cocok untuk reboisasi di perbukitan kawasan Danau Toba, akhir Asep.

(Stg)

Loading...