Atasi Resiko Obat, POM Tanjungbalai Melakukan Hal Ini  

0
330
Kegiatan yang digelar Loka POM Tanjungbalai perihal penyebaran obat dan resikonya, dihadiri Asisten Ekbangsos Drs.H Abdul Hayyi Nasution, Kepala Loka POM Tanjungbalai Denny S Purba SSI.APT, Forkopimda Tanjungbalai, Kepala BNN Kota Tanjungbalai, Kepala OPD di lingkungan Pemko Tanjungbalai serta jajaran Loka POM Tanjungbalai.(foto/BP)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tanjungbalai

Untuk melindungi masyarakat dari resiko penggunaan obat-obatan yang beresiko terhadap kesehatan, mengharuskan pihak Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Tanjungbalai melakukan langkah-langkah antisipasi.

Kegitan yang dilakukan pihak POM Tanjungbalai, adalah pelaksanaan kegiatan penyebaran informasi obat dan makanan. Hal ini dilakukan dalam rangka penguatan pengawasan obat dan makanan yang digelar di Tresya Hotel, Selasa (9/10/2018).

Kegiatan itu dibuka Wali Kota Tanjungbalai diwakili Asisten Ekbangsos Drs.H Abdul Hayyi Nasution. Hadir pada acara itu, Kepala Loka POM Tanjungbalai Denny S Purba SSI.APT, Forkopimda Tanjungbalai, Kepala BNN Kota Tanjungbalai, Kepala OPD di lingkungan Pemko Tanjungbalai serta jajaran Loka POM Tanjungbalai.

Kegiatan itu membahas teknis penyebaran nformasi dalam rangka inspeksi dan sertifikasi sarana/fasilitas produksi dan distribusi obat dan makanan, serta sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian, menyangkut produk terapetik, obat tradisional, kosmetik, Produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya.

Asisten Ekbangsos, Drs.H Abdul Hayyi Nasution mengapresiasi kegiatan Loka POM itu. Hal ini katanya sebagai langkah awal dalam mengawasi peredaran obat dan makanan yang berbahaya di Kota Tanjungbalai.

“Hal ini dalam rangka menaruh perhatian besar terhadap pengawasan obat dan makanan yang menyangkut lingkup luas, kompleks terlebih hajat hidup orang banyak,” sebut Abdul Hayyi.

Pemko Tanjungbalai imbuhnya, memahami bahwa pemenuhan persyaratan keamanan, mutu dan khasiat produk obat dan makanan yang beredar dimasyarakat bukanlah menjadi tanggung jawab Pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari para pelaku usaha juga masyarakat selaku konsumen.

“Untuk itu kepatuhan terhadap persyaratan yang ditentukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sangatlah penting,” katanya.

Ditambahkannya, berbagai masalah di Kota Tanjungbalai, antara lain masalah peredaran produk obat dan makanan yang sudah melewati batas waktu kadaluarsa, serta perizinan sarana harus mendapat perhatian serius dari semua pihak baik pelaku usaha maupun petugas pemerintah, agar masyarakat sebagai konsumen benar-benar terlindungi dari obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Loka POM Tanjungbalai Denny S Purba mengatakan, Loka POM Tanjungbalai berdiri membawahi 5 kabupaten/kota diantaranya Kota Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Labuhan Batu Selatan dan Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Dijelas lebih lanjut, Loka POM ke depan akan melakukan koordinasi lintas sektoral dengan instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan obat dan makanan.

Denny juga mengatakan, Loka POM akan berupaya menyelesaikan tugas dan target penyelesaian kasus yang ada, yakni masih adanya pelaku usaha yang menggunakan bahan-bahan berbahaya pada obat dan makanan.

Menanggapi hal tersebut Loka POM berharap dukungan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam mengatasi pengawasan obat dan makanan sehingga tidak ada lagi para pelaku usaha yang berani dalam melakukan praktek curang dalam rangka mengambil keuntungan semata.

“Nantinya Loka POM bersama pemerintah setempat akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, dalam memberikan informasi mengenai bahan berbahaya yang digunakan pada obat-obatan dan makanan,” sebut Denny S. Purba. (Gani/Fauzi)

Editor : Maris