Babak Belur Jadi Korban Salah Tangkap Polisi, Aidil Lapor ke Propam Polda Sumsel

0
3
Aidil Aditiawan babak belur dan mengalami penganiayaan akibat diduga menjadi korban salah tangkap oleh anggota polisi dari Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang, Sumsel. Foto/Ist
Dijual Rumah

Palembang, buktipers.com – Aidil Aditiawan (33) mengaku menjadi korban dugaan salah tangkap dan penyiksaan yang dilakukan oleh anggota polisi dari Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Korban merupakan pekerja lepas harian UPTD DLHK SU I.

Akibat menjadi korban salah tangkap, dia mengalami lebam di bagian wajah sekitar mata sebelah kiri hingga bagian belakang pinggul.

Tak terima dengan perlakukan yang dialaminya, korban melalui kuasa hukumnya Muhammad Romadhona melaporkan penangkapan tak sesuai SOP dan penyiksaan ke Propam Polda Sumsel. Akibat intimidasi yang diberikan, korban mengaku mengalami siksaan fisik maupun fisik.

“Klien kami ditendang dari belakang hingga tersungkur. Saat itu juga klien kami diperiksa dan ditelanjangi di muka umum,” ungkap Romadhona, Jumat (26/8/2022).

Korban yang kebingungan saat diperiksa polisi dipinggir jalan hanya menuruti perintah. Dirinya digeledah untuk mencari narkotika yang dituduhkan polisi.

Padahal saat itu pada Jumat (19/8/2022), korban berencana untuk mengambil uang gajian di ATM di kawasan Kertapati.

“Klien kami dipukuli, dia diajak ke kantor polisi, diborgol. Klien kami dipukuli,” jelas dia. Menghadapi penyiksaan tersebut, Aidil pun merasa sudah tidak kuat.

Dirinya pingsan saat masih disiksa polisi. Korban tidak mengetahui kejadian setelah dirinya pingsan, namun saat dirinya bangun sudah berada di rumah sakit di kawasan Kertapati Palembang.

“Saat itu tidak ditemukan alat bukti yang dicurigai narkotika,” jelas dia.

Sesaat setelah di rumah sakit, orang tua korban baru ditelpon dan dikabarkan jika Aidil berada di rumah sakit. Romadhona menerangkan, jika kliennya dibawa tanpa surat perintah atau menjelaskan kepada korban mengenai kasus apa dirinya dibawa ke kantor polisi.

“Ada empat oknum yang kami laporkan, karena saat penangkapan mereka bergerombol. Kita melapor ke propam oknum tersebut, dan sudah mendapat surat bukti terima laporan,” jelasnya.

 

Sumber : Sindonews.com