Bacok Anggota Babinsa, Hakim Jatuhi Preman Terminal Pinang Baris Penjara Selama 4,5 Tahun

0
1
Preman Terminal Pinang Baris Heriyanto Syahputra yang nekat membacoki anggota Babinsa kini divonis 4,5 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/8/2022). Tribun Medan/Gita Nadia Putri br Tarigan
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Preman Terminal Pinang Baris Heriyanto Syahputra, yang nekat membacoki anggota Babinsa kini divonis 4,5 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/8/2022)

Majelis Hakim yang diketuai Tiares Sirait menilai, bahwa Warga Jalan TB Simatupang Medan Sunggal itu, terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Heriyanto Syahputra dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan tahun dikurangi masa penahanan sementara,” kata hakim, Selasa.

Hakim dalam pertimbangannya menuturkan, adapun hal memberatkan perbuatan terdakwa yakni mengakibatkan saksi korban Suardi mengalami luka berat.

“Hal meringankan terdakwa Sopan dipersidangan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,” ujar hakim.

Majelis hakim menilai, bahwa terdakwa telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana sebagaimana Pasal 351 ayat (2) KUH Pidana.

Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Rehulina Sembiring yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana 5 tahun penjara.

Sebelumnya, JPU dalam dakwaannya menuturkan bahwa perkara ini berawal pada Selasa 19 April 2022 sekira pukul 10.00 WIB.

Saksi Suardi yang merupakan anggota Koramil Sunggal tiba di Terminal Pinang Baris Medan dengan mengendarai sepeda motor dinasnya, lalu memarkirkan sepeda motornya sekira 10 meter jauhnya dari gedung utama kedatangan Terminal Pinang Baris.

Selanjutnya, saksi duduk di area gedang utama sambil mengechas handphone.

Tiba-tiba Terdakwa Heriyanto yang merasa sakit hati dan dendam terhadap Suardi mendekatinya, lalu membacok tubuh saksi korban menggunakan senjata tajam jenis klewang dengan panjang 70 cm.

“Bacokan tersebut mengenai kepala belakang saksi korban sebanyak 1 kali sambil berkata ‘mati kau… mati kau’ sehingga luka dan berdarah kembali Terdakwa membacok kepala belakang saksi korban 2 kali sambil mengatakan ‘kubunuh kau, kubunuh kau’ sehingga kepala saksi korban luka dan berdarah,” ucap jaksa.

Selanjutnya saksi M Syahrial selaku pegawai Dinas Perhubungan yang sedang bertugas, lantas membawa saksi korban ke RSU Bina Kasih jalan TB Simatupang Medan untuk dilakukan pengobatan di IGD RSU.

“Saksi korban Suardi dirawat inap untuk pembersihan luka dan penjahitan luka-luka yang dialami berupa luka robek di kepala belakang sebelah kiri, luka robek di kepala belakang, luka gores di bawah,” ujar Jaksa.

Akibat perbuatan Terdakwa Heriyanto saksi korban Suardi mengalami luka berat.

Selanjutnya pada 19 April 2022 saksi Risna Wati yaitu isteri saksi korban Suardi melaporkan perbuatan Terdakwa ke kantor Polsek Sunggal untuk penyidikan lebih lanjut.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana Pasal 351 ayat (2) KUH Pidana,” pungkas jaksa.

 

Sumber : tribunnews.com