Bahas Bahas Protokol Kesehatan, Kapolres Serdang Bedagai Rakor Bersama ForpimdaBedagai Rakor Bersama Forpimda

0
2
Kapolres Sergai, AKBP Robinson Simatupang SH, M.Hum, rakor bersama unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid – 19, di wilayah hukum Polres Sergai.

Sergai, buktipers.com – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Robinson Simatupang SH, M.Hum, menggelar rapat koordinasi (Rakor), bersama unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid – 19, di wilayah hukum Polres Sergai.

Rakor tersebut, dihadiri Asisten 1 Nina Deliana, Kajari Serdang Bedagai, Paian Tumanggor, SH, MH, Ketua PN Serdang Bedagai, Rio Barten Pasaribu, SH, MH, Dandim 0204/DS diwakili Pabung, Mayor Inf. Muchsin, S.Ag, Kabag Ops, Kompol T. Manurung, Kasat Intelkam Polres Sergai, AKP Bobi Vaski Pranata,SIK, Kasat Reskrim, AKP Pandu Winata,SH SIK, MH, para Kapolsek,  Kepala OPD, Pemkab Sergai, Ketua MUI Kabupaten Sergai, H. Hasful Husnain, Ketua FKUB Kabupaten Sergai, H. Irfan El Fuadi Lubis, Kakankemenag Kabupaten Sergai, H. Zulkifli Sitorus, Ketua BKAG Kabupaten Sergai, Pdt. S. Siburian,Ketua Bamnas, Pdt. Gultom dan undangan, Kamis (3/9/2020), di Aula Patriatama Polres Sergai.

Kapolres dalam sambutannya mengatakan, bahwa virus corona ini sangat berbahaya, maka mulai dari Forkopimda, Camat, Kepala Desa, serta tokoh masyarakat, agar selalu mensosialisasikannya, kepada masyarakat agar patuhi protokol kesehatan.

Dalam Inpres Nomor 6 tahun 2020, Instruksi Presiden (INPRES) tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, terdapat penegakan hukum bagi para pelanggar protokol kesehatan, mulai teguran tertulis, lisan, kerja sosial dan pencabutan izin sementara.

Sambung kapolres, terkait Perbub di Kabupaten  Sergai belum rampung,  maka kita harus perlu lakukan pendisipinan sesuai dengan Inpres No 6 tahun 2020.

TNI/Polri merupakan pendamping dalam melalukan penindakan yang dilakukan oleh Sat Pol PP. Pelaksanaannya tetap dilalukan Sat Pol PP dengan di dampingi TNI/Polri, ujar Kapolres.

Sementara itu, Asisten 1 Pemkab Sergai mengungkapkan, memasuki zona orange, perlu peran kita semua untuk mengembalikan Sergai ke zona hijau.

Kita perlu melakukan 3M + 1T serta juga menjaga pola makan sehat, katanya.

Perbub sebagai dasar nantinya bisa terlaksana dengan baik, semoga nanti peraturan bupati bisa terwujud di Kabupaten Sergai, ujarnya.

Ketua PN mengatakan, Perbup merupakan hal baik sebagai penghambat penyebaran Covid – 19. Inpres dan Pergub memiliki kesamaan, namun dalam draf Perbub terdapat perbedaan terkait kordinasi dengan Satpol PP dan TNI/Polri.

“Terkait kerja sosial ini bisa kita rapatkan kembali terkait kerja sosial yang diterapkan di Kabupaten Serdang Bedagai,” tandasnya.

Kajari Serdang Bedagai, mengatakan terkait mekanisme penanganan Inpres dan Pergub harus secara saling berkordinasi.

Terkait wabah virus corona, kesehatan menurun, ekonomi kita juga menurun.

Perlunya peran kita semua untuk mengajak dan mensosialisasikan protokol kesehatan kepada keluarga dan masyarakat, tandasnya.

Dari pertemuan itu disimpulkan, dalam Perbub agar para Kepala Desa dimasukan sebagai Kasatgas tingkat desa, karna Kepala Desa dengan di dampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa merupakan ujung tombak dalam pencegahan Covid-19.

Nantinya akan dilakukan razia secara bersama untuk pendisiplinan masyarakat tentang protokol kesehatan.

Ketua MUI, Kakankemenag, FKUB dan tokoh masyarakat lain agar menyampaikan kepada masyarakat khususnya dalam pelaksanaan Ibadah baik di Mesjid, Gereja dan ibadah lain.

Masukan pendapat tokoh masyarakat, Kisai Dalimunte, terkait Inpres dan Pergub serta Perbub ini sangat baik, namun pelaksanaan di lapangan yang diperlukan dalam penaganan Covid19, diantaranya, pesta di kampung tidak kondusif dan tidak ada tanggapan oleh aparat.

Pendeta Gultom menyampaikan perlunya keseriusan pemerintah dalam hal ini Pemkab Sergai, karena Covid19 sudah terpapar luas termasuk Kadis Kesehatan dan para ASN lain.

Ketua FKUB, dalam penggunaan masker ini harus kembali disingkronkan . Terkait perkumpulan orang ini harus dirincikan berapa orang terkait di tempat ibadah.

Masukan itupun direspon Kapolres, bahwa dalam Inpres Nomor 6 tahun 2020, Presiden menginginkan masyarakat sehat dan ekonomi meningkat, jadi masyarakat boleh melaksanakan aktifitas namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Virus corona ini ada dimana – mana, maka kita harus perkuat daya tahan tubuh kita, kita tetap mengimbau kepada masyatakat agar tetap sadar. Kepada FKUB agar dimasukan dalam perumusan Perbub sehingga ke semua lini dapat diterapkan,”pungkas Kapolres.

 

(ML.hrp)