Bahas Program Cetak Sawah, Danramil Bendahara : Dandim 0117 Aceh Tamiang Perintahkan Tinjau Lahan

0
199
Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin ST, memimpin rapat pembahasan cetak sawah, bersama dinas terkait, di Aula Setdakab, Jalan Ir. Juanda Karang Baru, Selasa (19/3/2019). (Foto/Tarmizi Puteh)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Aceh Tamiang (Aceh)

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin ST, memimpin rapat pembahasan cetak sawah, bersama dinas terkait, di Aula Setdakab, Jalan Ir. Juanda Karang Baru, Selasa (19/3/2019).

Rapat diikuti beberapa dinas terkait, diantaranya, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan, Safuan, Camat Bendahara, Fakhrurazi Syamsuyar, Kapolsek Bendahara, AKP Sumasdiono, Danramil Bendahara, Kapten Inf. M. Rizal, perwakilan BPN Aceh Tamiang, Kepala Mukim Bendahara Hilir dan para Datok (Kades) yang berasal dari 8 kampung, di Kecamatan Bendahara.

Wakil Bupati, menjelaskan, pembahasan tersebut terkait adanya laporan dari Kepala Mukim dan sejumlah Datok yang akan melakukan pembuatan cetak sawah, di lahan seluas 300 ha, di Kemukiman Bendahara Hilir, Kampung Kuala Penaga Lama.

Dalam rapat tersebut, pihak kemukiman melaporkan, pihaknya telah mendata 400 KK, termasuk keluarga miskin dari 8 kampung, di Kecamatan Bendahara yang akan mendapatkan lahan cetak sawah.

Kepala Mukim, meminta kepada pihak BPN Aceh Tamiang untuk melakukan peninjauan lahan, apakah dapat dipergunakan untuk cetak sawah. Hal itu untuk menghindari informasi yang tidak simpang siur, katanya.

Menanggapi penyataan pihak Kemukiman, Wakil Bupati bersama perwakilan Kantor BPN Aceh Tamiang, akan menindaklanjuti perihal cetak sawah ini dan akan segera turun meninjau lokasi tersebut. Apakah masuk dalam area kawasan pertanian atau dalam kawasan hutan produksi.

Sementara Danramil Bendahara, Kapten Inf. M. Rizal, telah menerima perintah dari Dandim 0117 Atam, untuk meninjau langsung lahan delapan kampung yang ada di Kecamatan Bendahara Hilir.

Dia mengakui, mendapatkan informasi, bahwa telah terjadi bagi-bagi lahan kepada masyarakat. Untuk itu, ia diperintahkan untuk menghentikan aktivitas tersebut untuk mencegah agar tidak terjadi keributan, di kemudian hari. Dikarenakan status lahan tersebut masih belum jelas, ujarnya.

Menurut Danramil, usai kedatangan tim Survey Investigation Design (SID) dari Banda Aceh, setelah melihat titik koordinat lokasi, ternyata lahan yang ada di Bendahara Hilir, masuk kedalam hutan produksi dan tidak diperbolehkan digunakan oleh masyarakat.

Kadis Pertanian Perkebunan dan Peternakan Safuan, menyampaikan, bahwa masalah pemanfaatan lahan di Kuala Penaga, tahun lalu, pihaknya pernah mensurvei lokasi bersama tim SID, kerjasama Dinas Pertanian & Perkebunan Aceh dengan Universitas Syiah Kuala, khusus untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi perihal pencetakan sawah baru di Aceh.

Menurutnya, di Kuala Penaga Baru hanya terdapat 15 ha lahan sawah saja. Sementara pada pembahasan Musrenbang RKPD kemarin, dinas yang dipimpinnya bukan memprogramkan cetak sawah baru, tetapi reklamasi dan normalisasi terhadap sawah-sawah yang ada, katanya.

Namun demikian, menurutnya, Dandim pernah meminta pihak dinas dan tim SID untuk menemukan daerah-daerah calon lokasi yang dapat dijadikan areal persawahan baru, dalam kegiatan cetak sawah.

Atas dasar itu, pihaknya telah survey dan menemukan dua titik calon lokasi di Kecamatan Bendahara seluas 48 ha dan di Kecamatan Karang Baru, 58 ha, jelasnya.

Menanggapi dua penjelasan tersebut, Wakil Bupati, Tengku Insyafuddin, meminta BPN agar segera meninjau ulang bersama tim SID dan instansi terkait.

Wakil Bupati mengharapkan hasil temuan tim nanti dapat dijadikan rekomendasi untuk mengajukan permohonan mengkonversi lahan hutan produksi, menjadi areal persawahan yang akan dikelola oleh masyarakat dari 8 kampung tersebut.

(Tarmizi Puteh)