Beranda Lintas Provinsi Balai Konservasi SDA Sumsel Beritahukan Kayuagung Daerah Rawan Buaya

Balai Konservasi SDA Sumsel Beritahukan Kayuagung Daerah Rawan Buaya

49
0
Setiap hari banyak warga menonton munculnya buaya, di Sungai Komering Kayuagung, tepatnya di Dusun 1 Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung dan juga membawa berkah tersendiri bagi warga setempat, dengan membuat tempat berjualan es dan makanan lainnya

OKI, buktipers.com – Beredarnya kabar buaya yang muncul di wilayah Serigeni dan Tanjung Serang, di Sungai Komering Kayuagung, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, ternyata bukan hoax.

Kemunculan buaya di Sungai Komering Kayuagung tersebut, dikaitkan masyarakat Desa Tanjung Serang dan sekitarnya, merupakan penjelmaan dari Buyut atau Puyang yang terkenal, di daerah Tanjung Mayan, Desa Teloko-Tanjung Serang.

Kopot (45) saat dibincangi di lokasi, di Dusun 1 Desa Tanjung Serang, dimana buaya tersebut sering muncul mengatakan, “kemunculan buaya ini sudah 2 minggu ini, biasanya muncul di tengah sungai, dan hari ini muncul di pinggir sungai, di seberang sana, “katanya, sambil menunjuk buaya yang sedang muncul.

Buayanya berwarna agak kuning kecoklatan, kemaren-kemaren  muncul buaya warna agak putih dan ada yang berwarna hitam, terangnya.

Kemunculan buaya ini, lanjutnya, selain setiap hari banyak warga menonton, dan juga membawa berkah tersendiri bagi warga setempat, dengan membuat tempat berjualan es dan makanan lainnya. Sepertinya cukup lumayan lancar, ya lihat saja sendiri, ujarnya.

Baca Juga!  Ancam Sebar Foto Bugil, Pria Ini Cabuli Keponakan Selama 3 Tahun

Mengenai kemunculan buaya tersebut, hingga saat ini tidak mengganggu warga, karena sepertinya hal yang biasa. Sebab kalau dikaitkan dengan cerita turun temurun, ya itu buaya penunggu Danau Teloko yang dikenal dengan Keramat Tanjung Mayan, namun sejak kemunculan buaya tersebut, warga juga waspada dan banyak yang menjauhi aktivitas di sungai tersebut karena takut dimangsa buaya, tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi SDA dan Ekosistem  Balai Konservasi SDA Sumsel, melalui Koordinator Tim Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar Balai Konservasi SDA Sumsel Donny Priana Muslihat, didampingi Lukman, selaku Anggota Balai Konservasi SDA Sumsel beserta rekan lainnya saat dikonfirmasi di lapangan, Jum’at (8/11/2019) mengatakan, untuk sementara pihaknya melakukan survey pendahuluan, meninjau langsung kelapangan. Sebelumnya kita tahu dari medsos, youtube dan lain-lain, terangnya.

Baca Juga!  Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Pawai Karnaval

Lanjutnya, fenomena seperti ini merupakan hal yang alami. Biasanya di musim seperti saat ini, buaya biasanya melepaskan hormon peromon untuk menarik buaya betina untuk melangsungkan perkawinan dan biasanya tidak lebih dari dua minggu, sudah meninggalkan atau menjauh dari lokasi semula.

Namun entah mengapa, buayanya nyangkut disini, kita akan pantau dan lihat perkembangannya. Kalau sudah lebih dua minggu akan kita pindahkan ketempat penangkaran. Kita tangkap dengan cara dijaring. Tadi kita sudah koordinasi dengan Plh Kades Tanjung Serang, dari LPM,  Pak Ismail, mereka tidak keberatan kalau digiring dan dipindahkan ke Lebak Teloko, namun tidak memungkinkan, opsi terakhir disetrum pakai genset untuk dibuat pingsan, jelasnya.

Baca Juga!  Antisipasi Penyakit Hepatitis, Dinkes Berikan Penyuluhan Di SDN 17 Kayuagung

Kalau sudah tertangkap, rencananya akan kita bawa ke Tanjung Rancing, di belakang Kantor Pemda OKI. Itupun jika mungkinkan. Kalau tidak, ya kita bawa ke jalur 1-21, di Suaka Margasatwa Air Sugihan OKI dan

untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, kita pasang baleho pemberitahuan “Perhatian !!! Daerah Rawan Buaya, Berhati-hati beraktivitas di sungai, ungkapnya.

Dari pantauan wartawan ini di lapangan, terlihat anggota Satpol PP dan anggota Damkar OKI tampak turun ke lapangan dan juga masyarakat yang menyaksikan kemunculan buaya yang dianggap keramat tersebut.

Dan terlihat jelas, buaya muncul dan kemunculannya tidak berpindah, tetap di area semula, yakni di aliran Sungai Komering Kayuagung, tepatnya di Dusun 1 Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, di depan Bangunan Sarang Burung Walet, warga Tanjung Serang dan hingga saat ini belum berhasil tertangkap.

(Aliaman)

Loading...