Banjir dan Longsor di Jangga Dolok, 50 Kepala Keluarga yang Terdampak

0
5
Kades Jangga Dolok Blikman Manurung saat ditemui tribun-medan.com pada Minggu (28/8/2022) di lokasi banjir dan longsor. TRIBUN MEDAN/ MAURITS PARDOSI
Dijual Rumah

Toba, buktipers.com – Kades Jangga Dolok Blikman Manurung menjelaskan kerugian material yang dialami warga sekitar akibat longsor dan banjir tersebut.

Selain rumah yang rusak parah, beberapa hektar persawahan dan perladangan warga juga tergerus air sungai.

Banjir dan longsor yang terjadi di kawasan tersebut diperkirakan akibat cuaca ekstrim yang terjadi sejak Sabtu (27/8/2022) sore hingga malam hari.

Walau pendataannya belum lengkap, namun ada 6 rumah warga yang tergolong rusak parah. Proses pembersihan sisa material yang terbawa arus sungai masih terus dilakukan.

“Kalau rumah warga yang terbawa hanyut ada 1 unit. Pendataan belum lengkap. Dan masih ada yang belum dikerjakan di arah bawah sana,” ujar Kades Jangga Dolok Blikman Manurung, Minggu (28/8/2022).

Gelondongan kayu besar dan material dibawa oleh arus sungai ke kawasan pemukiman. Ia menjelaskan, ada tiga aliran sungai yang berada di kawasan tersebut.

“Di desa kita ini, ada tiga sungai. Salah satunya sungai Pokkahan, hulunya dari Bukit Barisan. Di sana, dari sini ada 100 meter, ada Sungai Golat Tindang, di sana terdampak banyak sekali. Ada yang terendam, batu-batu besar dan kayu juga dibawa arus sungai tersebut,” sambungnya.

“Yang ketiga, ada Binanga Julu atau Sungai Julu. Jarakanya sekitar 200 meter dari sini dan ketiga sungai ini terdampak. Kondisinya saat ini, semuanya betul-betul darurat,” terangnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan, ada 50 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir dan longsor kali ini.

“Belum ada pendataan kita secara lengkap. Namun, untuk saat ini dapat kita perkirakan sebanyak 50 KK yang terdampak,” terangnya.

Dari tiga dusun, ia mengutarakan, ada dua dusun yang mengalami dampak banjir dan longsor tersebut.

Hingga saat ini, fasilitas Pemkab Toba berupa truk, mobil damkar, alat berat dan dapur umum masih beroperasi.

“Desa ini ada tiga dusun. Dusun satu dan dua yang terdampak. Sementara, dusun tiga saat ini aman, tidak terdampak. Yang sangat parah itu dusun dua,” ujarnya.

“Fasilitas dari Pemkab Toba yang sudah diperbantukan ada alat berat, truk, dan dapur umum, termasuk mobil damkar untuk penyiraman jalan,” sambungnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih terus berupaya melakukan pembersihan jalan dan mengevakuasi gelondongan kayu serta material yang bertumpuk di kawasan pemukiman. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa.

“Selain yang satu rumah hanyut terbawa ini, ada lima rumah yang termasuk sangat parah,” pungkasnya.

 

Sumber : tribunnews.com