Banjir Nias Utara, Belasan Orang Terjebak di Atap Rumah

0
1
Banjir melanda empat kecamatan di Nias Utara. (Foto: istimewa)
Dijual Rumah

Nias, buktipers.com  – Belasan orang di Desa Hilimbosi, Kecamatan Sitoluari, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut), terjebak di rumah mereka saat banjir melanda kawasan itu sejak Sabtu, (14/8/2021) malam.

Petugas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Nias pun turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Proses evakuasi berjalan dramatis, karena sejumlah warga yang terjebak berusia lansia. Ada pula bayi yang dievakuasi bersama orangtuanya.

“Dari Desa Hilimbosi kita evaluasi 11 orang. Ada bayi dan lansia. Saat kita evakuasi kebanyakan dari mereka berada di atap rumah untuk menghindari banjir,” kata Humas Kantor SAR Nias, Asa Waruwu, Senin (16/8/2021).

Saat ini, pihaknya masih bersiaga di lokasi banjir. Ada sebanyak 8 orang tim penyelamat yang disebar di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat banjir.

“Kami juga mendapat bantuan dari warga dan petugas kecamatan setempat,” ucapnya.

Sementara itu Kepala BPBD Nias Utara Herman mengatakan banjir tersebut melanda empat kecamatan di Nias Utara yakni n Lahewa Timur, Alasa, Lotu dan Sitolu Ori. Dua kecamatan paling terdampak, yaitu Kecamatan Lahewa Timur dan Sitolu Ori.

“Kami telah mendirikan pos pengungsi dan kedaruratan pada dua kecamatan terdampak, tepatnya di Kecamatan Lahewa Timur dan Sitolu Ori guna membantu masyarakat melakukan aktivitas pembersihan dan menyediakan kebutuhan pangan,” kata Herman.

Herman juga mengungkapkan para warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing dan BPBD setempat mendukung aktivitas mobilisasi warga dengan perahu karet.

“Para warga masih bertahan di rumah masing-masing sehingga kami menyediakan perahu karet untuk membantu mobilisasi masyarakat serta evakuasi ke tempat yang telah kami sediakan,” ucapnya.

Banjir yang dipicu hujan dengan intensits tinggi mengakibatkan debit air Sungai Muzoi, Ehau dan Tumula meluap dan merendam 500 unit rumah warga. Pantuan BPBD setempat tinggi muka air hingga 200 cm.

“Kami masih melakukan kaji cepat serta pendataan kerugian materil akibat banjir,” ucapnya.

 

Sumber : iNews.id