Banyak Kasus Mangkrak, Ampuh Serukan Copot Kajari Sibolga

0
234
Kembali Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (Ampuh) Sibolga dan Tapanuli Tengah, melakukan aksi damai, di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sibolga (Sumut)

Aksi unjuk rasa kembali mewarnai Kota Sibolga, Sumatara Utara, Rabu (6/2/2019).

Kembali  Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (Ampuh) Sibolga dan Tapanuli Tengah, melakukan aksi damai, di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga, dengan tuntutan agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk segera mencopot Timbul Pasaribu dari jabatannya, sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga.

Penanggungjawab aksi, Irwansyah Daulay,  dalam orasinya, menegaskan, ada belasan kasus dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa di Tapteng serta 7 Camat yang telah dilaporkan, akan tetapi sampai saat ini tidak ada ditindaklanjuti, sehingga Timbul Pasaribu, dinilai telah gagal menangani berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan masyarakat, LSM dan Wartawan.

“Kajari hanya pemberi harapan palsu, janji tinggal janji, tapi hasil tidak ada. Beberapa kasus tidak ditindaklanjuti, telah gagal menangani berbagai dugaan kasus korupsi, gagal menjalankan tugasnya sebagai Kajari Sibolga. untuk itu kami meminta kepada Kejatisu dan Kejaksaan Angung RI untuk segera mencopot Timbul Pasaribu dari jabatannya, ” kata Irwansyah.

Massa juga meminta agar Jaksa Agung Muda Pengawas (Jamwas) Kejagung RI dan pihak Kejatisu untuk segera mengusut transaksional dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan  Timbul Pasaribu, terhadap tuntutan kasus bandar togel yang divonis 1 bulan 15 hari penjara.

Padahal, pada pasal 303 ayat 1 KUHP, vonis kasus itu harusnya 10 tahun penjara, sementara juru tulis dituntut 3 tahun penjara.

Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (Ampuh) Sibolga dan Tapanuli Tengah, melakukan aksi damai, di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga (Foto/Job Purba)

“Masyarakat pesimis penegakan hukum dapat berlaku adil dan berjalan sesuai aturan, apabila Kejaksaan Negeri Sibolga masih dipimpin oleh Timbul Pasaribu. Sebab hal itu terbukti dari berbagai kasus yang dilaporkan penanganannya masih tebang pilih, “tuturnya,

Raju Firmanda Hutagalung, Mahasiswa STITM, selaku kordinator massa, menjelaskan, pada tahun 2017 lalu, pihaknya juga telah melaporkan soal dugaan korupsi APBD Tapteng T.A 2014 dan 2015, pada Dinas Kelautan.

Hingga saat ini proses hukum terhadap kasus ini juga tidak tuntas, juga tindak pidana korupsi APBD T.A 2015 dan 2016 oleh kepala BKKBN Tapteng, kasus dana pembangunan Kantor Dinas Pertanian Tapteng, kasus pemulangan dana pegawai T.A 2012 dan 2013 sebesar ± Rp 7 miliar di Dinas PPKAD, kasus korupsi kelebihan pembayaran proyek yang tidak dikembalikan ke kas daerah PU Tapteng T.A 2012 dan 2013 sebesar Rp 1 miliyar, dana proyek pemasangan Caiso Tegak sebesar Rp.450 juta yang merugikan Negara sebesar Rp 138 juta T.A 2012 di Dinas PU Tapteng. Semua kasus ini tidak tuntas sejak Timbul Pasaribu sebagai Kejari Sibolga, tandasnya.

“Selama Timbul Pasaribu menjabat sebagai Kajari Sibolga, tidak ada prestasi yang membanggakan atas kinerjanya. Kami meminta supaya Pusat Pelaporan dan Aliansi Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki rekening pribadi Timbul Pasaribu,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kajari Sibolga, Ahmad Arif SH yang mewakili Kejari Sibolga, mengatakan, akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada Kajari Sibolga.

“Tuntutan ini akan saya sampaikan kepada Pak Kajari, beliau sekarang sedang ada kegiatan di luar ,”ungkapnya.

Massa ini (Ampuh) juga  menyerahkan sebuah peti mati yang melambangkan matinya penegakan hukum, di Kejaksaan Negeri Sibolga. (Job Purba)