Banyak Masyarakat Sergai Menjerit Tak Dapat Bantuan Covid-19, Ratusan Kades Malah Bimtek di Hotel Mewah Parapat

0
58
Para Kepala Desa se Kabupaten Sergai ikut bimtek di Parapat.

Sergai, buktipers.com – Sungguh malang benar nasib masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Pasalnya, di saat masa sulit begini, masih banyak warga miskin yang tidak mendapatkan bantuan Covid-19,  dan terus menananti, tapi bantuan tersebut tidak kunjung datang.

Namun sangat disayangkan, untuk pelaksanaan kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknis) “Sumut Bersinar” (Sumut Bersih Narkoba) yang diselenggarakan oleh LEMPAMAP (Lembaga Pengembangan Manejemen Pembangunan), dengan peserta perangkat dan ratusan Kepala Desa, lebih kurang 243 orang se Sergai, hadir di Hotel Niagara Prapat, selama 3 hari, terhitung Selasa – Rabu (18-19/8/2020), dengan menghabiskan dana miliyaran rupiah.

Padahal, dana tersebut sangat baik untuk membantu ratusan warga yang terdampak Covid-19 yang hingga kini masih banyak belum menerima bantuan itu.

Dana miliyaran rupiah itu, diperoleh dari para Kepala Desa yang dikutip satu orang Kepala Desa sebesar Rp.5 juta.

Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Ir.Indra Syahputra yang dihubungi via telepon selulernya oleh wartawan, Kamis (20/8/2020), terkait pengutipan uang sebesar Rp.5 juta, membenarkannya.

Dan saat ditanya, untuk apa dana itu dipergunakan, ia mengaku tidak tahu. Bimtek itu diselenggarakan selama 2 hari, namun belum selesai, sudah banyak juga para Kepala Desa yang pulang, ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sergai, Munajat yang juga Kepala Desa Sei Rampah mengatakan, dana yang dikutip setiap Kepala Desa, memang Rp.5 juta dan diserahkan kepada panitia dari LEMPAMAP.

Miliyaran rupiah dana yang terkumpul, sama sekali ia tidak tahu digunakan untuk apa saja. Kegiatan bimtek dan silaturahmi itu, diselenggarakan selama 2 hari yang diperkirakan, dihadiri seluruh kepala desa dan perangkat desa se Sergai.

Joko, salah satu warga Dusun VI Desa Firdaus mengutarakan, bahwa selama pandemi Covid-19, ia tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi Sumut dan Pemkab Sergai.

Entah kemana bantuan yang diberikan. Ia sangat sedih karena ada kesan pilih kasih.

Nada kecewa juga diungkapkan oleh Mansyur, salah satu warga Dusun VIII Desa Firdaus.

Banyak bantuan yang mengalir untuk masyarakat dari Pemerintah, namun banyak juga warga yang mampu menerimanya.

“Saya yang terdampak Covid-19, malah tidak menerima. Setiap hari kerja tidak menentu. Pendapatan mengalami penurunan secara drastis sejak Covid-19, “ujarnya dengan nada kecewa terhadap Pemerintah.

“Muak menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi Sumut dan Pemkab Sergai, orang tertentu saja yang menerima bantuan Covid-19 itu. Saya sempat tidak bekerja selama 15 hari akibat Covid-19, malah hingga kini tidak memperoleh bantuan tersebut,”ujarnya.

Nah, untuk kegiatan Bimtek Sumut Bersinar yang dikarenkan penyelenggara pihak yang berwenang, miliyaran rupiah uang bisa dikumpulkan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Namun untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, tidak ada dengan seribu alasan,  ucap Hendara, warga Dusun XV Desa Firdaus.

 

(ML.hrp)