Barang Bukti Bangkai Ikan dari Dasar Danau Toba Dibawa Polisi, Bupati Tobasa Serahkan pada Penegak Hukum

0
935
Bupati Tobasa, Darwin Siagian didampingi wakilnya, Hulman Sitorus saat memberikan keterangan penemuan bangkai ikan dari dasar Danau Toba kepala sejumlah wartawan, Kamis (24/1/2019). (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tobasa (Sumut)

Dengan tegas, Bupati Toba Samosir (Tobasa) Darwin Siagian, mengatakan, kasus penemuan bangkai ikan dari dasar Danau Toba tersebut sepenuhnya menjadi keputusan penegak hukum.

Hal itu langsung disampaikannya kepada Direktur Utama PT Aquafarm Nusantara, Juan Carlos yang datang bersama rombongannya, merapat ke pantai, Kamis (24/1/2019).

Sementara saat itu, Bupati Tobasa tidak datang sendiri untuk menyaksikan bangkai ikan dari dasar Danau Toba itu. Tampak mendampinginya, Wakil Bupati Tobasa, Hulman Sitorus, serta rombongan lainnya, dan termasuk dari Polres Tobasa, yang melakukan peninjauan langsung ke Desa Sirukkungon, Kecamatan Ajibata, Tobasa.

Mendengar ucapan Bupati, Juan Carlos pun pergi menginggalkan lokasi, sedangkan bawahannya tetap menyaksikan penyelaman, guna mengangkat bangkai ikan dalam karung dari dasar danau itu.

Tak berapa lama, Holmes muncul dari dasar Danau Toba membawa karung berisi bangkai ikan. Melihat itu, pihak PT Aquafarm terdiam, di hadapan Bupati dan Polisi.

Arimo Manurung saat mengangkat karung berisi bangkai ikan dari dasar Danau Toba untuk diperlihatkan kepada Bupati Tobasa, Darwin Siagian yang datang langsung ke lokasi, Kamis (24/1/2019). (Foto/Stg)

Kata Holmes, karung berisi bangkai itu diambil dari kedalaman 40 meter. Namun, masih banyak karung yang tertinggal di dasar danau itu. Meyakinkan Bupati, ia kembali turun menyelam dan mengambil lima karung bangkai ikan yang ditemggelamkan ke dasar danau tersebut.

Setelah di permukaan, karung diangkat ke daratan dan dibelah menggunakan pisau cutter. Bangkai ikan sudah meleleh dan tinggal tulang belulang serta sisik ikan. Agar bangkai ikan mudah tenggelam, batu dimasukkan sebagai pemberatnya ke dalam karung. Air juga seketika berubah menjadi keruh dan berlemak, serta menghasilkan bau busuk.

Sementara itu, menurut Ernita Manurung, warga sekitar, praktik penenggelaman bangkai ikan itu sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, mereka jadi kesulitan mendapatkan air bersih.

Masih katanya, setelah kejadian pada Minggu terpublish, PT Aquafarm mengambil karung-karung yang ditenggelamkan ke dasar danau. Lalu, bersama Arimo, dia menuntun polisi ke tempat penguburan karung berisi bangkai yang dianggapnya untuk menghilangkan jejak.

Sementara itu, Bupati Darwin mengakui, penenggelaman ikan ke dasar danau itu, terbukti di Areal PT Aquafarm. Selanjutnya, kasus tersebut diserahkannya kepada pihak Kepolisian.

Barang bukti tersebut pun dibawa ke kantor Polres Tobasa. Sedangkan sampel air juga turut dibawa petugas  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tobasa, guna pengembangan lebih lanjut. (Stg)