Baren Alijoyo: Tindakan Hefriansyah Pindahkan Tugu Sangnaualuh Merupakan Penghinaan

0
394
Baren Alijoyo Purba SH.(foto/BP)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Pematangsiantar

Baren Alijoyo Purba SH selaku tokoh masyarakat Simalungun mengecam keras tindakan Walikota Pematangsiantar, H.Hefriansyah yang memindahkan lokasi pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik dari Taman Bunga Lapangan Merdeka ke Lapangan H.Adam Malik.

Akibat pemindahan itu, kata pensiunan ASN Pemko Pematangsiantar ini, berakibat terjadinya gejolak dan aksi massa yang mengecam keras Walikota Pematangsiantar, hingga akhirnya pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh dihentikan Hefriansyah.

“Perilaku dan tindakan Walikota Siantar bapak Hefriansyah, yang memindahkan tugu dari Lapangan Merdeka taman bunga ke Lapangan Haji Adam malik, dan kemudian menghentikan pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik merupakan pelecehan, penghinaan terhadap orang Siantar, khususnya Simalungun,” tegas Baren Alijoyo Purba dalam rilis keterangan persnya, Senin (11/3/2019).

Raja Sangnaualuh Damanik imbuh Baren, merupakan milik semua suku, agama dan golongan yang kita kenal sebagai salah satu pejuang kemerdekaan (tokoh Nasional).

Bahkan anggaran yang digunakan, kata Baren, adalah anggaran APBD Pematangsiantar tahun 2018 sebesar Rp3 miliar yang digunakan untuk membangun Tugu Sangnaualuh.

“Anggaran ini harus dipertanggungjawabkan karena diduga telah merugikan negara,” ungkap mantan pejabat Pemko Pematangsiantar itu.

Baren juga menuding Walikota Pematangsiantar tidak bekerja profesional, dan ini katanya membuktikan dia tidak layak lagi memimpin di Kota Pematangsiantar.

Lebih jauh diungkapnya, tidak hanya permasalahan Tugu Sangnaualuh, masih ada lagi permasalahan besar sejak Hefriansyah menjabat walikota dua tahun lalu.

Diantaranya, dimana justru tarian Melayu yang dimunculkan dalam penyambutan tamu kepala daerah, yang seharusnya tarian Simalungun, sehingga dalam hal ini juga terjadi gejolak dan perlawanan dari orang Simalungun yang dampaknya membuat tak nyaman kota Siantar.

Belum lagi adanya kutipan uang dalam pengangkatan/mutasi Kepala Sekolah yang kini masalahnya telah ditangani penyidik Kejari Pematangsiantar.

Juga permasalahan penghentian pembangunan jalan dan jembatan di ring road dan diduga terjadi permasalahan konstruksi, sehingga memperlambat akses jalan alternatif untuk mengurangi kepadatan dan kemacaran lalulintas, dan ketidak pedulian Walikota terhadap sarana jalan yang kemudian memakan korban jiwa baru lalu.

Baren juga menyoroti wakil-wakil rakyat kita terkait segala permasalahan yang terjadi tersebut. “Ada apa dengan para anggota DPRD Siantar?” ujarnya mempertanyakan.

Terkait permasalahan itu semua, Baren Alijoyo mengapresiasi gerakan aksi massa HIMAPSI yang tergabung dalam Gerakan Patunggung Simalungun (GPS), yang pada Senin (11/3/3019) unjukrasa mendesak penyidik Polres Pematangsiantar dan Kejari Pematangsiantar untuk mengusut dugaan korupsi akibat pemindahan dan dihentikannya pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh.

Kepada aparat Kepolisian RI, khususnya jajaran Polres Pematangsiantar, Baren berharap agar institusi penyidik itu mengusut dugaan korupsi dan berbagai permasalahan yang diduga ada unsur pidana korupsinya.

“Ungkap dan tegakkan hukum terhadap dugaan-dugaan korupsi yang terjadi di pemerintahan Kota Pematangsiantar, secara khusus pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Damanik,” katanya di akhir rilis keterangan persnya.(hms)

 

Editor: Maris