Baru Selesai Dikerjakan, Tembok Penahan Bertulangan Milik PUPR Samosir Tumbang

0
383
Dijual Rumah

Buktipers.com – Samosir (Sumut)

Pekarjaan PUPR samosir senilai Rp.3,7 milyar yang bersumber dari APBD Samosir tahun anggaran 2018 dan dikerjakan oleh PT. Triangulia Parbaba Koridor yang dimulai pada (22/6/2018) dengan masa kerja selama 150 hari kerja,di desa Lumban Pinggol, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

Selain peningkatan jalan dan pembuatan saluran, salah satu item kegiatan dalam pekerjaan ini adalah tembok penahan bertulangan setinggi 8 meter.
Pasalnya bangunan itu tumbang dalam hitungan hari setelah siap dikerjakan. Hal ini dipantau awak media Buktipers.com saat berada dilokasi pada (17/11/2018).

Menurut keterangan warga setempat Ragat Sitanggang (35) warga desa Lumban pinggol, tembok penahan itu tumbang pada tanggal 16 November 2018 dan hanya hitungan hari setelah siap dikerjakan,

“Bangunan itu tumbang tadi malam” katanya.

Ragat Siitanggang yang merupakan pemilik tanah lokasi bangunan tumbang tersebut merasa dirugikan atas kejadian ini, pasalnya tembok penahan itu tumbang menimpa beberapa pohon aren miliknya.

“Saya merasa dirugikan atas tumbangnya tembok penahan itu, karena beberapa pohon aren saya rusak ditimpa tembok tersebut” katanya.

Kemudian dia berharap supaya material bangunan yang tumbang diatas tanahnya itu supaya dibersihkan,supaya bisa dikelola kembali,

“saya berharap material bangunan yang tumbang itu dibersihkan dari atas tanah saya, sapaya tanah saya bisa saya kelola kembali “,Harap Ragat Sitanggang mengakhiri.

Jior Sitanggang (34) dari anggota Organisasi PP (Pemuda Pancasila) Samosir dan merupakan warga desa Lumban pinggol, Kecamatan Pangururan mengatakan ini terjadi akibat kurangnya pengawasan dilapangan.

“Ini bisa terjadi akibat dari pengawasan yang tidak aktif dari dinas PUPR Samosir”, katanya tegas.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke dinas PUPR Samosir lewat Konsultan atau Pengawas pekerjaan Holmes Sihotang, Kamis (22/11/2018), mengatakan kerugian yang diakibatkan tumbangya tembok itu adalah resiko yang harus ditanggung oleh pihak rekanan atau kontraktor.

“Bangunan itu akan dikerjakan kembali dan kerugianya ditanggung oleh pihak kontraktor”, kata Holmes singkat.

Sementara dari pihak rekanan hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang menjadi aturan dari dinas PUPR. Dimana rekanan harus membangun ulang kembali tembok penahan itu seperti yang ditentukan.(H.st)