Basarnas Hentikan Pencarian 2 Nelayan Tanjung Beringin yang Tenggelam di Laut, Ini Alasannya

0
572
Komandan Regu Tim Basarnas Medan, Jiko Purba, didampingi Ketua KNTI Sergai, Zulham Hasibuan.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Tim Basarnas Medan bersama Satpol Air, TNI AL, KNTI, KPLP dan Nelayan Tanjung Beringin, juga didampingi PMI Sergai, hentikan sementara pencarian terhadap dua orang nelayan warga Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, bernama Asrul dan Awaluddin, korban kapal motor yang tenggelam di laut, pada Kamis (24/2/2022) lalu.

Jiko Purba selaku Komandan Regu Basarnas Medan, didampingi Ketua KNTI Sergai, Zulham Hasibuan, Sabtu (26/2/2022), di Jalan Merdeka, kepada buktipers.com mengatakan, “semalam kita bersama tim lainnya melakukan pencarian terhadap kedua orang nelayan yang belum diketemukan itu, yang mana posisi lebih kurang 5 note komil (NM). Karena cuaca buruk terpaksa kita kembali ke titik awal dan menghentikan pencarian”.

Karena Armada kita tidak bisa menjangkau ke LKP lantaran cuaca buruk, yang dimana semalam diperkirakan ombak mencapai dua setengah meter, ucap Jiko.

Dan untuk hari ini, kita standby dulu karena info dari BMKG, cuaca gelombang laut sangat tinggi diperkirakan 3 – 4 meter, tambahnya.

Jadi, sementara ini Basarnas beserta tim yang lain, tetap standby di sekitaran dermaga TPI Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara untuk sementara. Nanti, jika cuaca cukup baik, kita siap turun kembali, kata Jiko lagi.

Kita sudah koordinasi kepada teman – teman Basarnas Belawan, mereka juga sudah turun melakukan pencarian, namun tadi pagi cuaca buruk mereka juga kembali balik kanan ke Pelabuhan Belawan, tetapi mereka tetap standby, ujarnya lagi.

“Dan, kita juga sudah koordinasi kepada ketua KNTI Sergai, Zulham Hasibuan, nelayan pun standby dan jika hari ini cuaca mendukung, mereka juga siap ikut melakukan pencarian terhadap kedua nelayan yang belum diketemukan,” pungkas Jiko Purba.

Ditempat yang sama, Tamrin selaku perwakilan nelayan, mengucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh tim yang ikut berpartisipasi dalam pencarian kedua nelayan yang hingga saat ini belum ditemukan. “Doa kami semoga kedua rekan kita dapat ditemukan,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam pemberitaan, empat dari enam nelayan tradisional selamat dari maut yakni, Ibrahim (40), M Kosim (62), Songah Iswandi (45), M Baiduri (26). Sementara dua nelayan lainnya yang belum ditemukan hingga berita ini dikirim, Asrul dan Awaluddin.

 

(ML.hrp)