Bawa 16 Kg Sabu, 3 Pria Aceh Didakwa Hukuman Mati di Palembang

0
0
Tiga pria kurir sabu asalAceh didakwa hukuman mati. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Dijual Rumah

Palembang, buktipers.com – Tiga pria asal Aceh menghadapi dakwaan hukuman mati di pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (23/3/2022). Ketiganya, Mirza, Armiadi dan Samsuar yang tertangkap membawa 16 kilogram sabu menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) Aceh – Jakarta.  Sidang perdana dipimpin Ketua Majelis Hakim Efrata Heppy Tarigan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang terungkap, ketiga terdakwa ditangkap petugas BNN pada bulan November 2021 di sebuah warung nasi di Jalan Soekarno Hatta.

“Penangkapan terhadap tiga terdakwa tersebut terjadi saat petugas melakukan penggeledahan pada bus yang ditumpangi ketiga terdakwa. Dari dalam bus ditemukan barang bukti sebanyak 15 bungkus coklat yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 16 Kg yang di simpan di dalam blower AC bus tersebut,” ujar JPU, Senin (21/3/2022).

Dari pengakuan terdakwa, sabu sebanyak 16 kg itu milik seseorang bernama Rizal (DPO) untuk dikirimkan ke seseorang yang berada di Jakarta, dengan upah sebesar Rp200 juta.

“Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat dengan dakwaan melanggar Primer Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (2) atau Subsider ayat (1) atau lebih Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (2) atau lebih Subsider ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Efrata.

Setelah mendengarkan dakwaan dari penuntut umum, di hadapan majelis hakim ketiga terdakwa berdalih tidak tahu bahwa barang yang diantar paket tersebut adalah narkotika jenis sabu dengan jumlah yang banyak.

Atas keterangan para terdakwa, Majelis Hakim tidak percaya begitu saja, dan mengingatkan terdakwa agar lebih konsentrasi karena ancaman hukumannya sangat berat.

“Para terdakwa harus konsentrasi, karena ancaman hukuman sangat berat, mengingat dengan banyaknya barang bukti sabu yang didapat, sebagaimana dakwaan penuntut umum dan para terdakwa terancam dengan hukuman pidana seumur hidup atau pidana mati,” katanya.

Seusai sidang, Triasa Aulia selaku penasehat hukum para terdakwa mengaku akan mempelajari terlebih dahulu dakwaan penuntut umum.

“Masih akan mempelajari dakwaan terlebih dahulu, baru nanti akan menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujarnya.

 

Sumber : iNews.id