BBPJN II Sumut Tinjau Perbukitan Bangun Dolok Parapat

0
355
BBPJN II Sumut, Ir Elvi Roza MT, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR Wilayah 05 Sumut, Rudi Mansen Sipayung, Kapolsek Parapat, AKP Bambang Priyanto, saat meninjau perbukitan Bagun Dolok Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Selasa (15/1/2019). (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Kabid Reservasi Balai Besar Jalan Nasional (BBPJN) II Sumatera Utara (Sumut), Ir Elvi Roza MT, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR Wilayah 05 Sumut, Rudi Mansen Sipayung, Kapolsek Parapat, AKP Bambang Priyanto,  meninjau perbukitan Bagun Dolok Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Selasa (15/1/2019).

Elvi Roza ketika di atas perbukitan Bagun Dolok, menyampaikan, “kita tidak boleh menyerah dengan alam dan akan mencari solusi untuk penanggulangan bencana longsor Bangun Dolok dengan memproteksi longsor dengan membuat dua stuck dump atau shift file sesuai dengan lekukan perbukitan Bangun Dolok, sehingga longsoran dapat tertahan tidak langsung meluncur ke Jembatan Sidua-dua,”katanya.

Menurut Elvi, disamping akibat penebangan pohon, di sekitar perbukitan yang sudah lama, penyebab longsor juga disebabkan karena adanya mata air, di atas perbukitan yang tertahan. Sebelumnya kurang kita  antisipasi yang tetap mengalir terus menerus, sehingga material halus di bawah lapisan tanah perbukitan habis terkikis, terbawa air. Menyebakan kekuatan antar inter blocking tanah  dan batu hilang, sehingga menyebabkan tanah perbukitan longsor, katanya.

Dia mengaku sudah meminta PPK untuk membuat konsep disain penanggulangan bencana longsor perbukitan Bangun Dolok untuk dibicarakan di kantor dan di tingkat balai. Kemudian dilaporkan ke Jakarta, apakah kontrak bisa diadindum secepatnya, karena bencana ini adalah prioritas dan penanggulangan pengalihan aliran air yang terdapat di atas perbukitan, ujarnya.

Rombongan BBPJN II Sumut, saat memantau kawasan Jembatan Sidua – dua, Selasa (15/1/2019). (Foto/Stg)

Dikatakannya, penanganan bencana longsor di Sidua-dua tidak dapat instan, perlu peninjauan dan perencanaan anggaran, kekuatan disain dan butuh koordinasi.

Dikatakannya, upaya untuk mengantisipasi kelancaran arus lalu lintas di Jembatan Sidua-dua hanya dengan cara pembersihan material longsor dari badan jembatan dengan menggunakan alat berat.

“Kita akan mengusahakan alat berat selalu standby di sekitar jembatan untuk melakukan pembersihan bila terjadi longsor, agar jembatan tetap berfungsi,”ujarnya.

Dia kembali mengatakan, Balai Pengawas Sungai (BPS) yang memiliki kewewenangan. Kalau saling menunggu yang jadi korban adalah masyarakat, tegasnya. “Kalau perlu desain kita didiskusikan dengan BPS, kalau mereka setuju dengan disain kita, kita akan kerjakan,”tutupnya. (Stg)