Bejat, Pria di Malang Ini Perkosa 3 Gadis dengan Modus Lowongan Pekerjaan di Facebook

0
7
Pelaku pemerkosaan Dian Bambang Setyo digelandang ke Mapolres Malang, Selasa (3/11/2020). (Foto: Sindonews/Avitista Midaada)
Dijual Rumah

Malang, buktipers.com – Dian Bambang Setyo (28) dibekuk aparat Polres Malang atas kasus pemerkosaan.

Warga Donomulyo, Kabupaten Malang ini menjerat para korban dengan modus lowongan pekerjaan melalui Facebook.

Hasil penyelidikan polisi, Dian telah memperkosa tiga orang gadis sejak Maret 2020. Para korban diajak bertemu dengan dalih urusan pekerjaan. Namun, mereka justru diperkosa.

“Pelaku ini menggunakan akun Facebook palsu dengan foto profil perempuan dan mengunggah informasi lowongan pekerjaan di Facebook,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Selasa (3/11/2020).

Pelaku kemudian meminta nomor korban dan mengaku pemilik toko batik. Dari komunikasi melalui pesan WhatsApp kemudian pelaku memberitahu korban akan dijemput anak buahnya dan diajak ke suatu tempat untuk sebagai syarat bekerja di tokonya.

Namun, bukan pekerjaan di dapat korban. Korban justru dipaksa untuk melayani nafsu tersangka sekaligus mengambil harta benda milik korban di sebuah ladang tebu yang berlokasi di Kecamatan Pagak.

“Di kejadian pertama korbannya berinisial S pada Maret 2020, kejadian kedua bulan Juli 2020 korban berinisial Z. Keduanya masuk dalam perangkap tersangka dengan modus yang sama ditawarkan pekerjaan kemudian diperkosa di ladang tebu di Desa Sempol, Kecamatan Pagak,” ujarnya.

Selanjutnya, pelaku juga memperdaya korban ketiga berinisial N (19) warga Kalipare. Modusnya pun sama. Pelaku menawarkan pekerjaan dari media sosial kemudian mengajak korbannya bertemu di suatu lokasi.

“Bahkan pada bulan Oktober lalu, korban N diajak ke penginapan Bounty, Kecamatan Kepanjen dengan alasan interview di sana. Di sana, korban juga disuruh mengenakan batik sebagai penilaian. Lalu pasca itu korban diperkosa dan mengancam akan membunuh korban,” ujarnya.

Setelah mendapat laporan masyarakat, jajaran Polres Malang kemudian melakukan penyelidikan. Polisi berhasil mengidentifikasi dari rekaman kamera CCTV dan menangkap tersangka di salah satu rumah tetangga.

“Saat penangkapan itu, tersangka sempat melarikan diri. Sehingga terpaksa pihak kepolisian menembak kaki korban,” tuturnya. Atas perbuatan ini, pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 285 dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 dan 9 tahun penjara. “Bisa jadi tersangka nanti juga akan dikenakan pasal ITE. Tapi nanti kita lakukan dalami terlebih dahulu,” katanya.

 

Sumber : iNews.id