Belasan Tahun Retribusi Dibayar Warga dan Pedagang, Sampah di TPA Tak Terurus

0
13
Sampah di TPA tampak tak terurus.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Permasalahan sampah ini sudah lama menjadi keresahan dan perbincangan hangat oleh berbagai kalangan masyarakat Sergai atau sejak dua tahun belakangan ini. Tumpukan dan aroma tidak sedap yang dihasilkan dari sampah tersebut telah menyerang pernafasan warga, ketika melintasi Jalan Belidaan, Desa Sei Parit, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai.

Sangat kecewa melihat kinerja Pemkab Sergai, dalam menangani sampah. Padahal, pedagang setiap hari bayar retribusinya senilai Rp.1000, namun sangat disayangkan tidak dikelola dengan baik oleh Pemkab Sergai, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Sergai.

Semestinya, Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman, sebelum memasuki cuti kampanye, pada Pilkada tahun 2020, sudah menyelesaikan masalah tumpukan sampah yang berserakan, di badan jalan pada tahun yang lalu.

Belum terselesaikannya masalah sampah hingga saat ini, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah besar yang baru bagi masyarakat Sergai nantinya.

Persoalan sampah ini, sebut pedagang Pasar Sei Rampah, Zainab (52), warga Kampung Keling, Dusun II Desa Sei Rampah, Kabupaten Sergai, Senin (2/11/2020), tidak bisa dipandang sepele. Tumpukan sampah tersebut bisa menimbulkan penyakit baru bagi masyarakat daerah ini, ungkap ibu dari lima anak ini yang berjualan sejak tahun 1998.

Sementara, Riduwan Rangkuti SPdi menuturkan, ia setiap bulan bayar retribusi sampah rumah tangga sebesar Rp.10 ribu, dan biaya ini berlaku juga bagi warga yang berdomisili di Dusun VII Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.

“Tidak dikelolanya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bukti buruknya kinerja yang ditampilkan oleh Pemkab Sergai, bahkan terkesan tidak peduli dengan sampah, tapi peduli dengan retribusi saja. Sedangkan Bupati Sergai yang cuti Soekirman, disebut-sebut peduli terhadap lingkungan hidup tapi kenyataannya hanya sebatas retorika belaka, ” Ujarnya.

Berkenaan masalah sampah tersebut, kata Riduwan, Pjs. Bupati Sergai, Ir. Irman, dapat mengatasi persoalan ini dan jangan hanya terkesan menjalani tugas selama lebih kurang 70 hari seperti numpang duduk saja dan hanya melaksanakan kegiatan serimonial sama dengan Bupati Sergai yang masih cuti.

Paling tidak, ada terobosan baru dalam menyahuti keresahan masyarakat terkait tumpukan sampah, bukan malah menghindar, imbuhnya.

 

(ML.hrp)