Benarkah Ahok Jadi Bos Pertamina atau PLN? Ini Bocoran dari Jokowi

0
206
Presiden Jokowi. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Jakarta, buktipers.com –  Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal mengisi jabatan strategis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kendati belum dipastikan posisinya, dia kemungkinan besar ditempatkan di BUMN sektor energi.

Rumor yang beredar, mantan Bupati Belitung Timur itu akan menjadi bos PT Pertamina (Persero) atau PT PLN (Persero). Isu ini makin kuat setelah Menteri BUMN Erick Thohir mengisyaratkan Ahok memang akan diplot di BUMN energi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons rencana penunjukan mantan wakilnya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta itu. Jokowi membenarkan kemungkinan Ahok akan menempati posisi strategis di salah satu perusahaan pelat merah. Namun saat ini penempatannya masih dalam proses seleksi di Kementerian BUMN.

“Penempatannya di mana itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN,” kata Jokowi seusai menyerahkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019) dikutip dari laman resmi Setkab.

Menurut Jokowi, Ahok memiliki peluang untuk memimpin BUMN. Hal itu didasarkan pada kinerjanya. Soal jabatan yang akan diemban Ahok, apakah direksi atau komisaris, Jokowi menyebut dua posisi tersebut sama-sama memungkinkan.

“Bisa dua-duanya. Kan ini proses seleksi, masih dalam proses,” ucap Kepala Negara.

Saat ditanya apakah kemungkinan Ahok akan memimpin BUMN energi? Jokowi lagi-lagi menegaskan hal tersebut masalah teknis Kementerian BUMN.

“Kita kan tahu kinerjanya. Nanti penempatannya dimana itu proses seleksi yang ada di BUMN,” ucapnya.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengisyaratkan Ahok akan mengisi posisi BUMN sektor energi. Menurut Erick, Ahok dipilih lantaran dirinya butuh sosok yang mempunyai rekam jejak (track record) pendobrak. Sosok semacam itu dibutuhkan untuk mempercepat program-program yang ditetapkan.

“Untuk mempercepat hal-hal yang sesuai harapan yaitu satu bagaimana menekan (impor) daripada energi, juga bersama juga membuka lapangan kerja, dengan cara ber-partner,” kata Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai, Ahok tidak cocok menempati posisi di BUMN sektor energi tersebut. Pasalnya, Ahok tidak memiliki pengalaman apapun di bidang energi.

Menurut Febby, Ahok lebih tepat mengisi jabatan di BUMN Karya yang bisnisnya infrastruktur dan konstruksi.

 

Sumber : iNews.id