Berdalih Faktor Alam, Bangunan Batu Miring Pulau Lalang Ambruk

0
636
Batu miring pesisir pantai Dusun 1 Pulau Lalang, Desa Berhala, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga yang menggunakan anggaran Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2019, ambruk puluhan meter, diterjang gelombang.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Diduga asal kerja, pembangunan batu miring pesisir pantai Dusun 1 Pulau Lalang, Desa Berhala, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga yang menggunakan anggaran Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2019, ambruk puluhan meter, diterjang gelombang.

Sumber terpecaya, berinisial MM, warga Desa Pulau Berhala yang dikonfirmasi via telpon selulernya, Sabtu (29/2/2020), pukul 21.00 WIB, kepada wartawan mengatakan, “Pekerjaan batu miring Desa Berhala menggunakan anggaran tahun 2019 dan baru usai dikerjakan, beberapa waktu lalu, namun sudah ambruk diterpa gelombang saat air laut pasang, tepatnya di pesisir pantai Dusun 1 Pulau Lalang, “ucapnya.

Menanggapi informasi yang disampaikan MM tersebut, Camat Singkep Selatan, Sabirin S.IP yang dikonfirmasi via whatsapp, membenarkan apa yang disampaikan narasumber tersebut.

“Betul,, beberapa hari lalu, dia (Kades Berhala-red) ada melapor, dan saya bilang, ajak pendamping desa dan buat berita acaranya, sebagai laporan untuk ke Inspektorat nantinya. Dan ini karena bencana alam toke, penyebabnya gelombang dan angin kencang,”ucap Sabirin yang akrab disapa Abah.

Selanjutnya, Bendahara Desa Pulau Berhala yang akrab disapa dengan panggilan Ayol, ketika dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya, Sabtu (29/2/2020) siang, pukul 11.00 WIB menjelaskan, “Itulah, kejadiannya dah beberapa hari lalu. Penyebab ambruk tersebut, pasalnya dihantam ombak/gelombang besar pada saat air laut pasang besar, dan ini akan kita lakukan perbaikan, namun sebelumnya kita lagi menunggu pak Kades untuk gelar musyawarah perundingan, terkait perbaikan,”katanya.

Untuk pekerjaan pembangunan batu miring tersebut, sebelumnya menggunakan pondasi sedalam 1 meter dan menggunakan tulang besi juga, lanjutnya.

Dari semua informasi yang dihimpun wartawan, saat dikonfirmasi melalui via telpon selulernya, pada Jum’at (29/5/2020) lalu, Bhabinkamtibmas Desa Pulau Berhala, Briptu Hairi, juga membenarkannya.

“Benar bang kejadian tersebut. Malah sejak hari kejadian, kita bersama Babinsa yang sama-sama bertugas di Desa Pulau Berhala, sudah meminta pihak Desa untuk memperbaiki. Dan dari hasil pantauan langsung kita ke lokasi, kuat dugaan, bahwa ambruknya dam pantai (batu miring/TPT) tersebut, sebenarnya disebabkan kecerobohan dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan, “ungkapnya.

Hingga berita ini diunggah, Kades Desa Pulau Berhala yang kesehariannya disapa Ali, belum dapat dikonfirmasi.

(Dl/Zul)