Beranda Sumut Berdebu Ganggu Kenyamanan di Inti Kota, Truk Pasir Bebas Melintas, BRANTAS Sesalkan...

Berdebu Ganggu Kenyamanan di Inti Kota, Truk Pasir Bebas Melintas, BRANTAS Sesalkan Sikap Satlantas  

91
0
Loading...

Buktipers.com – Tanjungbalai (Sumut)

Keresahan akan debu yang dapat merusak kesehatan bahkan ketidaknyamanan berlalu lintas, itulah yang dipertontonkan truk-truk pengangkut galian C yang acap melintas di inti Kota Tanjungbalai.

Hal ini sering terlihat di jalanan, bahkan bisa dikatakan sangat meresahkan masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan pedagang makanan, dikarenakan debu-debu beterbangan.

Permasalahan truk masuk kota dan debu ini mendapat perhatian khusus dari saktivis Barisan Rakyat Anti Penindasan (BRANTAS) Tanjungbalai-Asahan, Tiger Martin Lase SH.

Kepada wartawan, Kamis (10/1/2019) dia mengatakan, jalan itu dibangun bukan hanya untuk kepentingan personal atau hanya untuk kepentingan perusahaan, itu dibangun untuk kepentingan kita bersama.

“Pemerintah sudah mengatur lalu lintas dengan memasang rambu, muatan atau tonase, dan lainnya. Gak bisa gitu dong! Apa polisi lalu lintasnya tidak melihat ini? Seharusnya yang menindak itu kan Polisi…!” cetus Martin dengan nada kesal.

Baca Juga!  109 Telur Penyu Ditemukan di Pantai Binasi  

Selain meminta perhatian pihak lantas, dia juga meminta agar Pemko Tanjungbalai, tentu melalui dinas terkait, yaitu Dinas Perhubungan untuk mengambil sikap tegas.

“Kami meminta agar Walikota Tanjungbalai HM Syahrial SH segera mengevaluasi kinerja Kadishub yang dinilai tidak repronsif terhadap keluh kesah pengguna jalan yang itu, berdampak jalan semakin berdebu, dan kenyamanan di jalan raya terasa terganggu diakibatkan lalu lalangnya truk galian C pasir dan tanah timbun itu,” paparnya.

Penegasan Martin ini diaminkan  Direktur Badan Bantuan Hukum BRANTAS Tanjungbalai-Asahan, Ade Imam Alajar Saragih SH.

Katanya menguraikan, dalam penegakan hukum di negara hukum seperti negara kita Indonesia ini, harus ada ketegasan dari penegak hukum yang bersangkutan untuk menangani hal yang seperti itu.

Baca Juga!  HKN ke- 54 Puskesmas Sinunukan Diramaikan Berbagai Perlombaan

“Saya sudah bisa membayangkan betapa bahayanya hal itu, ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya kan sudah pernah disampaikan beberapa masyarakat dan aktivis atas keresahan ini,” tukasnya.

Jika polisi lalu lintasnya tidak tanggap juga, ya sudah saatnya Kapolres Tanjungbalai yang bertindak selaku pimpinan tertinggi di wilayah hukum Kota Tanjungbalai.

“Bukankah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari tugas pokok kepolisian?” ujar pria yang akrab disapa bung Imam itu.

“Kami dari lembaga aktivis  BRANTAS dalam waktu dekat akan menyurati Polres Tanjungbalai, c/q Satlantas Polres Tanjungbalai untuk meminta audiensi atau klarifikasi tentang hal ini, dan akan kami suarakan dengan berunjukrasa,: ujarnya.

Baca Juga!  Polemik 'Pencopotan' Darma Bhakti Marbun Terjawab, Buyung Sitompul Nahkodai DPD Golkar Tapteng

Terkait hal tersebut, KabagHumas Polres Tanjungbalai Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, menyatakan, akan berkoordinasi dan menyampaikan laporan itu ke Kasatlantas.

Hingga berita ini diterbitkan jawaban resmi belum didapat.(Gani/Fauzi)

Loading...