Beranda Hukum Berhasil Diungkap, Transaksi Ganja Disimpan dalam Kotak Bolu Meranti

Berhasil Diungkap, Transaksi Ganja Disimpan dalam Kotak Bolu Meranti

136
0
Transaksi ganja yang disimpan dalam kotak Bolu Meranti oleh dua pelaku. (Dok Kodim 0201/BS)
Loading...

Buktipers.com – Medan

Prajurit TNI jajaran Kodim 0201/BS Medan berhasil mengungkap kasus transaksi narkotika jenis ganja di Mess Pertamina (Medistran) Jalan S Parman No.276 Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis malam (10/1/2019), pukul 23.40 WIB kemarin.

Penggerebekan itu, dipimpin langsung Danramil 05/Medan Baru, Lettu Arm Edy Halomoan Hutabarat bersama tiga Babinsa, yakni Sertu Agusrika, dan Serda Oman dari Koramil 05/Medan Baru, serta Serka Momon Sutisno dari Koramil 14/Pancur Batu.

Dari lokasi penggerebekan berhasil diamankan barang bukti ganja siap edar seberat 0,5 Kg bersama dua pelaku, yakni Nandito Berkam Pakpahan (21), yang ternyata masih berstatus mahasiswa di ISTP Dharma Agung.

Diketahui, Nandito merupakan warga Jalan Sibolga Sihobuk, Hutatoruan, Kota Tarutung.

Kemudian, diamankan rekannya Karyadi Simbolon (26), yang juga temannya di kampus ISTP Dharma Agung, yang berdasarkan data diri tinggal di Kampung Sindangkarsa, Suka Maju, Tapis, Depok, Jawa Barat.

Danramil 05/Medan Baru, Lettu Arm Edy Halomoan Hutabarat, mengatakan bahwa keberhasilan mengungkap kasus ini bermula dari adanya informasi dari Zikri, yang tidak lain merupakan Staf Pertamina Pangkalan Brandan, yang kebetulan sedang menginap di Mess Pertamina di Jalan S Parman, Kecamatan Medan Baru.

Baca Juga!  6 Eks Anggota DPRD Sumut Didakwa Terima Duit 'Ketok Palu' dari Gatot Pujo Nugroho

Zikri meminta tolong kepada Mayor Inf Budi Oktapian, yang merupakan mantan Pasiter Kodim 0201/BS yang kini penugasan di PT Pertamina.

Karena merasa tidak nyaman menginap di Mess Pertamina, yang disebabkan oleh berkumpulnya 5 pria dan 6 wanita di sekitar Mess yang bernyanyi hingga larut malam.

Selain itu, Zikri juga mencurigai para pria dan wanita itu terkait peredaran barang haram narkotika.

Berdasarkan informasi dari Zikri, Mayor Inf Budi Oktapian langsung menghubungi Serka Momon Sutisno dan saya untuk melakukan pengecekan di Mess Pertamina, karena adanya kegiatan yang menyebabkan ketidaknyamanan terhadap orang lain.

Lettu Hutabarat, mengatakan dirinya beserta tiga Babinsa bergerak menuju ke Mess Pertamina dan sesampainya di TKP, sejumlah pria dan wanita yang disebutkan, tidak ditemukan.

Yang ada hanya penjaga Mes, Nando bersama kedua tersangka.

Baca Juga!  H-1 Idul Fitri, Bandara FL Tobing Terpantau Sepi

Guna memastikan dugaan adanya peredaran narkotika di Mess Pertamina, Sertu Agusrika yang mendapat perintah Danramil, langsung menghubungi Kepling I Kelurahan Petisah Hulu untuk datang ke TKP dan melakukan pemeriksaan.

“Dari dalam salah satu kamar yang kita periksa, akhirnya ditemukan barang bukti narkotika jenis ganja yang disembunyikan di dalam kardus berisikan bolu Meranti,” kata Lettu Arm Edy Halomoan Hutabarat, Sabtu (12/1/2019).

“Selain itu, di dalam kamar yang sama, kita juga menemukan bungkusan ganja yang disembunyikan di bawah lemari pakaian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dari pengakuan Nandito, ganja itu milik Karyadi.

Namun pengakuan Karyadi ganja itu barusan dibelinya dari Nandito seharga Rp 1 juta.

“Keduanya saling menyalahkan. Nandito tak bisa lagi berkelit dan mengakui ganja itu dibelinya dari seseorang temannya di Aceh Tamiang dengan harga Rp 600 ribu,” beber Lettu Arm Edy Halomoan.

Setelah merasa cukup bukti-bukti dari kasus tersebut, petugas kemudian memboyong kedua tersangka ke Polsek Medan Baru pada Jumat (11/1/2019) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, untuk diproses hukum lebih lanjut.

Baca Juga!  Gunakan Narkoba, Ibu hamil Divonis 2 Tahun Penjara Di PN Tanjungbalai 

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing membenarkan bahwa telah diserahkan dua pelaku kasus peredaran barang haram narkoba jenis ganja.

“Diamankan barang bukti 1 pastik merah berisikan biji ganja, 1 bal kecil Daun Ganja dengan berat kotor 0,5 gram, yang disimpan dalam kotak bolu Meranti,” kata Martuasah.

Martuasah menjelaskan pengakuan tersangka Nandito bahwa ganja tersebut dikirim dari Aceh melalui loket Bus Makmur yang diambil tersangka pada  Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 14.00 WIB dan dibawa ke Mes Medistran.

Tersangka Nandito membuka bungkusan ganja dan memisahkan biji dan batang dimana biji disimpan di plastik warna merah dan batangnya dibuang lalu daunnya kembali dibungkus tersangka dengan lakban disimpan dibawah tempat tidur.

“Kemudian besoknya dijual kepada Karyadi Simbolon seharga Rp 1 juta dan disimpan digudang. Pukul 23.30 WIB kedua tersangka ditangkap dan ditemukan barang bukti digudang. Jumat (11/1/2019) Sekitar pukul 01.30 WIB tersangka diserahkan ke Polsek Medan Baru,” jelas Martuasah.

Sumber : tribunnews.com

 

Loading...