Berkas Perselingkuhan Oknum Pejabat PTPN III Sudah di Kejari Medan

0
266
Kejari Medan saat terima berkas kasus perselingkuhan oknum pejabat PTPN III. TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan (Sumut)

Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, menerima pelimpahan berkas dan barang bukti (P22).

Berkas ini, tentang kasus perselingkuhan yang melibatkan oknum pejabat PTPN III, berinisial Jun (50) dan selingkuhannya FCS (31) dari Polsek Sunggal.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan, Raskita Surbakti, membenarkan bahwa berkas kedua tersangka diterima, pada Senin (25/2/2019) kemarin.

“Setelah dinyatakan P21 pada (19/2/2019) kemarin, kita menerima pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti pada Senin kemarin,” kata Raskita, Selasa (26/2/2019).

Raskita menuturkan bahwa kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 284 KUHP ayat 1 mengenai perzinahan.

“Pasal itu memuat ancaman 9 bulan penjara,” ungkap Raskita.

Saat ini tim JPU, lanjut Raskita sedang merampungkan berkas dakwaan kedua tersangka agar dapat segera dilimpahkan ke PN Medan.

“Kedua tersangka tidak dilakukan penahanan,” ujarnya.

Untuk menangani perkara ini, lanjut Surbakti, Kejari Medan menunjuk tiga orang jaksa yakni, Kasi Intel M Yusuf, dirinya sendiri dan Chandra Naibaho.

Untuk diketahui, kasus perselingkuhan Kepala Biro Sekretariat PTPN III ini terungkap saat Polsek Sunggal menggerebek tersangka Jun di kediaman FCS di Perumahan Royal Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang pada Jumat (15/2/2019) lalu.

Penggrebekan ini berawal dari laporan LH suami FCS ke Polsek Sunggal. Menindaklanjuti informasi tersebut, kemudian petugas Polsek Sunggal l bersama pelapor melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan, didampingi sekuriti perumahan ternyata benar istri pelapor sedang berada di rumah itu.

Saat digrebek, Jun dengan berpakaian lengkap sedang berada di ruang tamu sedangkan istri pelapor berada di dalam kamar dengan posisi pintu kamar terkunci dan di dalam rumah tersebut ada seorang wanita pembantu rumah tangga.

Dari keterangan pelapor, benar antara mereka berdua ada hubungan yang sudah berjalan 6 bulan.

Rumah tersebut disewakan oleh terlapor seharga Rp 15 juta per tahun. Sebelum menyewa rumah, mereka diduga sering melakukan hubungan suami istri di hotel.

Sumber : tribunnews.com