Berkunjung ke Kawasan Danau Toba, Jokowi Diminta Tinjau Kerusakan Danau Toba

0
414
Perairan Danau Toba yang penuhi Keramba Jaring Apung. (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Samosir, buktipers.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) akan kembali berkunjung ke kawasan Danau Toba, tepatnya di Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, dan Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, selamat tiga hari.

Kunjungannya kali ini, Kepala Negara yang didampingi sejumlah Menteri akan meninjau progres pembangunan proyek-proyek nasional yang dibiayai APBN, diantaranya, terusan alur Tano Ponggol, jalan lingkar Samosir, dan Pelabuhan Ihan Batak dan beberapa objek wisata unggulan, di kawasan Danau Toba.

Rombongan Presiden akan mendarat di Bandara Internasional Silangit, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, dengan menggunakan pesawat kepresidenan.

Mengetahuwi kedatangan Presiden ke-Danau Toba, masyarakat seputaran Danau Toba dengan antusias menyambut kedatangannya.

Rombongan Presiden, direncanakan akan berlayar mengunakan Kapal Motor Ihan Batak dari pelabuhan Ajibata Kabupaten Toba Samosir, menuju pelabuhan Ambarita Kabupaten Samosir, dengan melalui jalur danau.

Di balik kebanggaan masyarakat pesisir Danau Toba atas kunjungan Presiden, salah seorang aktivis JENDELA TOBA, Mangaliat Simarmata, mempertanyakan kedatangan RI 1 tersebut.

Mangaliat Simarmata mengatakan, bahwa kedatangan Jokowi menjadi pertanyaan besar, karena dia pastinya akan menyelusuri dan melewati berbagai pemandangan yang cukup indah yang ada di seputaran perairan Danau Toba. Dan termasuk ribuan Keramba Jaring Apung (KJA), yang masih terapung di perairan Danau Toba, bagaikan jalan tol.

“Keramba Jaring Apung Tersebut milik salah satu perusahaan raksasa dan milik warga sekitar yang mengeluarkan limbah, terus menurus, sehinga diduga paling dominan mencemari perairan Danau Toba, di samping limbah domestik.

Rusaknya lingkungan ini, sudah berjalan puluhan tahun, akan tetapi hanya sebatas penenang obat tidur saja dari pihak pemerintah pusat maupun pemerinta provinsi dan kabupaten,”ungkapnya.

Mangaliat Simarmata berharap Kehadiran Presiden ke Danau Toba dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan atau pencemaran air Danau Toba dari KJA.

Menurutnya, KJA itu harus dibersihkan, baik milik perusahaan maupun pengusahanya, demi menjaga kelestarian Danau Toba. Sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, ucap Mangaliat.

Mangaliat juga mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemerintah/Negara yang telah menetapkan kawasan Danau Toba sebagai salah satu prioritas destinasi pariwisata bertaraf internasional.

“Dalam kerangka itu, sudah beberapa kali Bapak Presiden kunjungan kerja ke kawasan Danau Toba yang sangat bersejarah ini. Tentu juga sebagai wujud kecintaan Bapak Presiden terhadap kawasan Danau Toba sebagai keajaiban alam yang indah dan mendunia itu.

Kami menyatakan apresiasi untuk atas kedatangan Presiden Republik Indonesia, akan tetapi kami sudah membaca agenda dari Presiden Republik Indonesia selama 3 hari di kawasan Danau Toba yang sudah banyak dipublikasikan media massa dan medsos. Namun kami tidak ada membaca agenda dari Bapak Presiden Republik Indonesia untuk meninjau langsung keadaan pencemaran yang cukup parah yang terjadi di kawasan Danau Toba.

Untuk itu, kami masyarakat Danau Toba, memohon dengan sangat kepada Bapak Presiden agar sebahagian dari waktunya yang selamat 3 hari berada di kawasan Danau Toba agar meninjau langsung kerusakan lingkungan hidup dan ekosistem yang sudah sangat parah. Baik dari aspek pecemaran airnya, terutama disebab Keramba Jaring Apung, maupun perambahan hutan yang masih berlangsung terus-menerus dan begitu massif,”paparnya panjang lebar.

Mangaliat Simarmata meminta kepada pemerintah agar segera mengambil kebijakan yang tepat agar kawasan Danau Toba bisa menjadi destinasi pariwisata yang bertaraf internasional dan berhasil masuk ke Geopark Nasional Kaldera Toba (GNKT) dan ditetapkan Unesco menjadi salah satu anggota UGG Unesco, pada bulan September 2019 nanti.

 

(Stg)