Bertentangan..!!! Ketua DPRD Sergai Sebut Pasar Lelo Tidak Melanggar Perda

0
9
Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Sergai memberi keterangan kepada media.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Terkait keberadaan Pasar Lelo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Serdang Bedagai (Sergai), dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan menyebutkan, bahwa pasar tersebut tidak melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 7 tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

Hal itu dikatakannya saat menerima perwakilan aksi Pemuda Pancasila Sergai, di ruang rapat DPRD, setelah aksi damai dan menerima sebanyak 30 orang perwakilan kader PP Sergai, Rabu (23/3/2022 ).

Adapun perwakilan aksi damai Pemuda Pancasila diantaranya, koordinator aksi, Saipul Amri yang juga Wakil Ketua I MPC Pemuda Pancasila Sergai, Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) PP Sergai Yudi, SH, MH, Ketua KOTI MPC PP Sergai, Ketua Sapma MPC PP Sergai, Srikandi PP Sergai, Ketua PAC PP Sergai, serta pengurus MPC PP Sergai lainnya.

Saat d tanya tentang keberadaan Pasar Lelo, apakah melanggar Perda atau tidak? dr. Riski menyebut, bahwa pasar tersebut tidak melanggar Perda.

Yudi juga menanyakan, apakah pasar tersebut sudah memiliki izin atau belum? Dijawab dr. Riski, masih dalam proses membuat perizinan.

Ditempat terpisah, Yudi mengatakan, bahwa pernyataan dr. Riski terkait Pasar Lelo belum memiliki izin, maka tidak langsung, dr. Riski sudah menjawab, bahwa pasar tersebut belum memiliki izin, padahal  setiap usaha harus memiliki izin terlebih dahulu, baru bisa melakukan aktifitas perdagangan.

“Kita ini, nikah dulu, apa kawin dulu,”kelakar Yudi kepada kawan-kawan media.

Nah, lanjut Yudi, bahwa perumpamaan di atas sama dengan saat kita hendak menjalankan suatu usaha dimanapun berada, baik itu Pasar Lelo, maka hendak lah mengantongi izin baru mulai beroperasi.

Aksi kader Pemuda Pancasila Sergai yang geruduk kantor DPRD Sergai itu, menyampaikan pernyataan sikap, terkait statement Anggota DPR RI, Romo H. R. Muhammad Syafii yang beredar dari potongan video yang dibagikan oleh akun facebook @Riski Centre. Dimana dalam video tersebut, Romo Syafii mengatakan bahwa “Bupati perlu diajari Pancasila”.

Akibat dari potongan video tersebut, menimbulkan reaksi serta gejolak dari kader Pemuda Pancasila Kabupaten Serdang Bedagai. Pemuda Pancasila menilai, video tersebut sangat tendensius terhadap Bupati Serdang Bedagai yang juga merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Kabupaten Serdang Bedagai.

Untuk itu, Pemuda Pancasila Sergai meminta agar Romo Syafii untuk segera mengklarifikasi dan meminta maaf terkait statement yang beredar. Pemuda Pancasila Sergai juga meminta pertanggung jawaban akun Facebook @Riski Centre yang telah memposting potongan video berdurasi 31 detik tersebut, yang menimbulkan tendensius di masyarakat.

 

(ML.hrp)