Bikin Haru, Pria yang Menerima Ginjal Fransiska Ncis Turut Mengantarkan Jenazah ke Yogyakarta

0
3
Budi, si penerima ginjal Fransiska Ncis turut mengantarkan jenazah ke Yogyakarta. Budi tampak memegang erat tangan Fransiska yang sudah berada di dalam peti mati, Jumat (11/11/2022). Facebook.com
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Budi, sosok pria yang menerima ginjal Fransiska Ncis turut mengantarkan jenazah ke Yogyakarta dari Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Hal itu diungkapkan sahabat Fransiska Ncis.

“Budi, penerima ginjal dari Fransiska Ncis turut mengantar kepergian abadi almarhumah,”ungkap Herry Tjahjono.

“Kasih sejati memberi tanpa syarat. Budi akan membawa kenangan bersama Fransiska yang akan hidup selamanya,”jelasnya.

“Melihat Budi menggenggam erat tangan Fransiska untuk terakhir kalinya, rasa haru menyeruak. Budi seolah berbisik :”Sebagian dari dirimu akan terus hidup bersamaku.” Hidup ini sudah jadi berkat…”tutup Herry.

Sebagaimana diketahui, pada 9 November 2021 lalu, Fransiska Adhitya Anggraini atau Fransiska Ncis telah mendonorkan satu ginjalnya secara sukarela kepada orang lain.

Ia juga telah mendonorkan kornea matanya ke Lions Eye Bank Jakarta.

“Saya telah resmi mendaftar untuk mendonorkan organ kornea mata, setelah saya dinyatakan meninggal nanti,”ujarnya.

Namun, tepat pada Kamis (10/11/2022), ia telah menghembuskan nafas terakhirnya di RS Panti Rapih Jakarta.

Jenazah Fransiska dibawa dan dimakamkan di Yogyakarta oleh keluarganya.

“Di Rumah Duka Carolus, jam 20.30 jenazah Fransiska Ncis akan dibawa ke Rumah Duka RS Panti Rapih Yogyakarta. Pemakamannya di Jogja. Selamat jalan orang baik. Rumah Duka RS Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Cik Di Tiro No.30, Samirono, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223 (0274) 563333,”tulis Imam Arief Poero Palilingan melalui akun Facebooknya.

Pada Jumat (11/11/2022) pagi, jenazah Fransiska telah tiba RS Panti Rapih Yogyakarta sekitar pukul 06.00 WIB.

“Saat ini disemayamkan di Ruang Michael (Ruang Duka RS Panti Rapih),” kata Kepala Humas RS Panti Rapih Yogyakarta, Maria Vita, kepada Tribunjogja.com.

Rencananya pihak keluarga almarhum Fransiska akan melangsungkan Misa Requiem pukul 13.00 WIB dan dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman Pr.

Fransiska sempat meluapkan kebahagiaannya setelah mendonorkan satu ginjalnya kepada orang lain.

“Besok adalah hari bersejarah bagi saya, Selasa 9 November 2021. Hari ini adalah hari terakhir saya bisa merasakan sebagai manusia berginjal dua. Besok, saya akan melihat satu ginjal saya berada di raga orang lain. Kepingan dari diri saya menjadi jawaban hidup dari pergumulan dan penantian hidup seseorang,”ujarnya.

“Besok mulai jam setengah 7 pagi, saya akan didorong menuju kamar bedah operasi. Diawal saya akan dianastesi (bius total), lalu dipasang selang yang masuk ke tenggorokan saya selama proses operasi berlangsung, serta alat-alat penunjang medis lainnya. Karna selama tubuh saya dibius, alat-alat lah yang akan memonitor tubuh saya selama proses pembedahan pengambilan ginjal berlangsung,”lanjutnya.

“Umur tidak ada yang tau. Karna waktu bukan kita yang punya. Untuk itu: Saya mohon maaf, apabila saya mempunyai salah atau menyakiti hati, kepada siapapun itu. Baik saya sadari ataupun tanpa saya sadari,”katanya.

“Sekali lagi, saya mohon doa untuk operasi saya besok pagi. Agar semua berjalan lancar, dan begitupun setelah saya siuman. Atau bagi siapapun yang baru membaca status ini besok pagi, mungkin saya sudah berada di dalam kamar operasi. Manusia akan berusaha yang terbaik, sisanya biarkan Tuhan yang bekerja,” pungkasnya.

“Semoga kita bisa berjumpa kembali setelah saya siuman, dan kembali pulih untuk menyapa sanak saudara dan teman-teman semua. Sehat selalu untuk kita semua. Jangan pernah lelah berbuat baik…pakailah hidupku sebagai alat-MU, seumur hidupku. Berkah Dalem,”tutup Fransiska Ncis.

Berhati Mulia

Fransiska Ncis dikenal sahabatnya sebagai sosok yang berhati mulia dengan sosial tinggi yang kerap membantu sesama.

Mengutip dari kanal Youtube Pribadina, Fransiska Ncis mendonorkan ginjalnya kepada orang lain yang bukan anggota keluarganya atau tidak adanya ikatan darah dengannya.

Fransiskan Ncis sendiri mendonorkan ginjalnya secara cuma-cuma tanpa bayaran sedikitpun. Hal ini dilakukannya karena memang ingin membantu orang yang membutuhkan donor ginjal.

“Donor ginjal ini tidak dijual, namanya donor pasti bukan jual ya. Saya memberikan ginjal secara sukarela. Ginjal juga tidak boleh diperjual belikan,” ucap Fransiska Ncis semasa hidupnya sebagaimana dikutip dari kanal Youtubenya.

Fransiska Ncis menjelaskan, perjuangannya untuk menjadi pendonor cukup sulit. Hal ini karena regulasi pihak rumah sakit.

Dia mengatakan, untuk menjadi pendonor tanpa adanya hubungan darah sama sekali butuh hal yang matang. Bahkan, untuk lolos persyaratan sebelum melakukan tes kesehatan membutuhkan waktu 3 minggu.

“Butuh waktu lama untuk lolos jadi pendonor, minggu ketiga dinyatakan lolos dan itu senangnya luar biasa. Karena kalau enggak sedarah itu cukup sulit untuk melakukannya,” jelas Fransiska Ncis kala itu.

Fransiska Ncis menjadi pendonor ginjal berawal dari kisah donor darah.

Fransiska mengisahkan, kala itu seorang pria bernama Budi (calon penerima) membutuhkan transfusi darah. Namun, karena kondisi tidak memungkinkan, Fransiska menyarankan adik Budi bernama Eko mencari pendonor lainnya.

Karena kondisi Budi sangat membutuhkan ginjal, tapi tak ada yang cocok, baik dari keluarga Budi itu sendiri. Akhirnya, Fransiska berinisiasi untuk mendonorkan ginjalnya yang kebetulan cocok.

Fransiska Ncis pun melakukan proses donor ginjal di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Proses dari awal pendaftaran hingga pascaoperasi membutuhkan waktu 10 bulan.

Fransiska pun resmi mendonorkan ginjalnya pada 9 November 2021.

Selamat Jalan “Pahlawan Kemanusiaan”

“RIP! Fransisca Ncis. Bertepatan dengan hari Pahlawan 10 Nov, kamu juga jadi “pahlawan kemanusiaan”. Hatiku sekelabu awan di Bandung sore ini, karena kepergianmu sayangku Sisca Ncis.

Setahun yang lalu mami mengenalmu, dan kamu sudah menempati hatiku Sisca, tidak pernah terbayang ada orang sebaik dan setulus kamu dalam soal kemanusiaan, ginjalmu yang merupakan organ vital kau berikan pada kakak salah satu sahabatmu tanpa pamrih, kamu seperti tau tidak akan berlama lama dalam dunia ini, sehingga tindakanmu sangat tepat sekali, berguna bagi sesama.

Semalam saat masuk Apt di Bandung, sempat terpikir ingin ngajak kamu healing di Bandung, sambil senyum2 pikiranku , kamu harus bobo di ranjang, ga boleh di sofa takut ga kuat sofanya, dan ternyata saat itu kamu sudah dalam keadaan kritis karena dehidradasi dan pagi ini kamu mungkin mengalami cardiac arrest, ahirnya membuatmu pergi selamanya.

Pertemuan terahir 12 hari yang lalu, kita makan rame2, bercanda dan ketawa2 dan tidak ada tanda2 itu adalah pertemuan terahir kita, sebelum berpisah kita sudah merencanakan pertemuan berikutnya sambil mau nyanyi2 dan Babeth ditugaskan untuk mencari perangkat utk nyanyi Bersama.

Kini kamu sudah dalam pelukan Yesus di Surga, kamu sudah tidak akan merasakan kesedihan dan kegalauan lagi dalam menjalani kehidupan ini, kamu sudah bahagia bersama para malaikat di surga.

Maafkan mami sayang, ga bisa melihat dirimu untuk yang terahir kalinya, karena lagi ada tugas di Bandung, baru bisa pulang besok, tapi do’a mami akan selalu menyertaimu , sampai jumpa ditempat “penantian”

Banyak kenangan bersamamu terutama saat pertemuan terahir, kita ketawa sampil terpingkal2 gimana caranya berfoto dengan hasil yang maksimal. Love you darling Sisca, bahagialah disana Bersama Bapa di Surga #tetapberbuatkebaikan love u Sisca,”tulis Hetty Helena Setyapurnama.

 

Sumber : tribunnews.com