Bilang Pusing Lihat Wartawan, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Way Kenanga Terancam Dilaporkan

0
151
Plank pembangunan ruang laboratorium komputer, di SMP Negeri 1 Way Kenanga.
Dijual Rumah

Tulang Bawang Barat, buktipers.com – Pembangunan ruang laboratorium komputer, beserta pengadaan perlengkapannya yang dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2020, membuat Emiyati SPd selaku Kepala Seklah (Kepek) SMP Negeri 1 Way Kenanga, Tulang Bawang Barat, pusing.

Penyebannya pusing, lantaran setiap hari kedatangan  wartawan, dan diduga meminta uang, bahkan ada oknum yang memaksa minta uang bensin.

Hal itu disampaikan Emiyati saat diwawancarai awak media, Senin (5/10/2020), di kantornya dan menyebutkan “Saksi-saksi ada di ruangan saya”.

Bahkan, Emiyati mengaku sudah tak ingin lagi menjadi Kepsek karena selalu menjadi sorotan awak media, khususnya terkait penggunaan DAK tahun anggaran 2020.

Bahkan saya merasa, seolah saya ini menjadi buron, ungkapnya dengan nada kesal.

Pengamatan wartawan, Kepsek ini juga terkesan tertutup dan bahkan ‘arogan’ dengan memamerkan beberapa nama jurnalis yang disebut menjadi “bekingnya” dalam  pelaksanaan pembangunan ruang laboratorium dan pengadaan perlengkapannya tersebut.

Terkait hal tersebut, beberapa awak media berencana melaporkan Emiyati, atas dugaan mark up anggaran DAK 2020, dan pencemaran nama baik terhadap beberapa nama jurnalis yang disebutnya menjadi beking pekerjaannya, kepada Dinas Pendidikan dan Inspektorat Tulang Bawang Barat.

Perihal pernyataan Emiyati yang menyebutkan, beberapa rekan jurnalis telah melakukan penekanan dengan meminta uang bensin kepada bendahara sekolah akan segera kami koordinasikan deng beberapa organisasi wartawan se Kabupaten Tulang Bawang Barat, ujar salah satu rekan wartawan dari media online.

Hal itu menurutnhya sudah pencemaran nama baik jurnalis dan ucapan Emiyati, kepada salah satu jurnalis saat wawancara terekam saat di kantor SMP Negeri 1 Way Kenanga, katanya.

Terpisah, beberapa awak media juga menyampaikan harapan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Inspektorat untuk menindak lanjuti atas dugaan  mark up dana DAK tahun 2020 dan ujaran – ujaran yang melecehkan awak media.

(JN)