Bob Randi Lawe: Deklarasi Barisan Nasionalis bukan Karena Pilpres tapi Ideologi

0
504
Pimpinan Nasional Barisan Nasionalis, Bob Randi Lawe didampingi Penasihat Barisan Nasionalis Siantar, Jamansen Purba SE (kiri) dan Kadim Damanik (pakai peci belakang).(foto/BP)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Pematangsiantar

Pimpinan Nsional Barisan Nasionalis, Bob Randi Lawe menyampaikan kekhawatirannya mengenai adanya kekuatan yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain.

Hal itu disampaikan Bob Randi melalui keterangan persnya kepada wartawan seusai pelantikan dan deklarasi Barisan Nasionalis (Barnas) Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara di Grand Palm Hotel, Jalan MH.Sitorus Kota Pematangsiantar, Sabtu sore (23/3/2019).

Barisan Nasionalis, kata Bob sudah sejak lama digagas, artinya deklarasi yang dilakukan bukan karena Pilpres.

“Secara gagasan, ini sudah lama, jadi bukan karena ada Pilpres, lalu Barisan Nasionalis ini kita bentuk. Tapi memang, jauh sebelum Pilpres ini kami sudah menggagasnya, melalui diskusi berbagai elemen dari kader-kader atau tokoh kebangsaan,” katanya.

Deklarasi Barisan Nasionalis ini imbuh dia, terlahir dikarenakan kekhawatiran terhadap kuatnya ideologi trans nasional yang masuk ke negeri kita Indonesia, baik melalui media sosial dengan cara-cara sangat jahat seperti menyebarkan Hoax atau langsung menyusup di tengah-tengah masyarakat.

“Jadi, ini sebenarnya bukan karena persoalan Pilpres, tapi ini adalah persoalan ideologi,” ujarnya.

Kekuatan jahat itu, imbuh Bob mendompleng pada pesta demokrasi Pilpres, kemudian mereka memasukkan agen-agendanya.

“Tentu saja kalau agenda itu terbaca oleh kita, atau ingin merubah ideologi Pancasila, maka ini seharusnya menjadi musuh kita bersama,” ujar Bob sembari mengajak kita untuk merapatkan barisan, bersama memeranginya.

Kita sebagai warga negara Indonesia, kata Bob, tidak bisa membiarkan hal ini terjadi.

Karena itu katanya lagi, kita sepakat melalui pak Jokowi-Ma’ruf Amin mendorong Barisan Nasionalis untuk berkiprah, sebagai bentuk langkah konkrit dari para tokoh-tokoh Soekarnois yang di dalamnya termasuk GMNI bersama organisasi Nasionalis lainnya.

Berbagai cara dilakukan pihak-pihak yang ingin merubah ideologi Pancasila, melalui pemberitaan dan informasi Hoax dengan maksud dan tujuan membuat masyarakat ketakutan, bahkan membawa-bawa atau mengatasnamakan agama, selalu menyebar Hoax tanpa didukung fakta dan data yang benar.

Trans nasional itu, lanjut Bob, datangnya selalu dari luar, dengan memakai kekuatan yang ada di dalam negeri, dan hal inilah katanya yang harus diwaspadai dan harus menjadi musuh kita bersama.(red)

 

Editor: Maris