Bobroknya Pengajuan Kredit di BTN Terkuak di Pengadilan, Terbongkar Ada Gratifikasi Rumah

0
4
Direktur PT Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) Canakya Suman, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin(12/9/2022). HO / Tribun Medan
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Direktur PT Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) Canakya Suman, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin(12/9/2022).

Jaksa Penutut Umum (JPU) menghadirkan saksi Dayan Sutomo untuk memberikan keterangan terhadap terdakwa.

Terdakwa kasus kredit macet Rp 39,5 miliar ternyata memberikan sukses fee kepada Dayan Sutomo yang merekomendasikan dirinya menjadi debitur di Bank Tabungan Negara (BTN).

“Setelah kreditnya cair dan usahanya lancar, terdakwa Canakya Suman memberikan sukses fee sebuah rumah kepada saya,” ujar Dayan saat memberikan kesaksian.

Dihadapan Majelis Hakim diketuai Immanuel Tarigan dan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Isnayanda dan Vera Tambun, saksi Dayan mengakui mengenal terdakwa Canakya adalah sosok teman yang baik dan jujur.

“Saya mengenalnya sejak 2010-2011setelah diperkenalkan teman kepada saya,” lanjut pria berkacamata itu.

Tahun 2014 Terdakwa memberitahu kepada saksi untuk mengembangkan usaha properti.

“Maka saya rekomendasi Canakya kepada satu pimpinan bank marga Nasution sebelum pensiun,” ujar Dayan.

Setelah disurvei, ternyata rekomendasi Dayan kepada rekannya bakal ditindak lanjuti. Ternyata benar, setelah Nasution pensiun dilanjutkan kepada pimpinan baru permohonan kredit Canakya Suman disetujui dan cair Rp 39,5 miliar.

Menurut Dayan dengan modal kredit itu terdakwa Canakya membayar hutang PT Agung Cemara Realty ( ACR) di bank Sumut cabang Tembung dan sisanya untuk modal pengembangan perumahan Takapuna Residen.

“Setelah usaha Canakya berhasil saya diberikan sebuah rumah,” ujar Dayan

Namun Dayan tidak mengetahui, ternyata proses kredit Canakya di bank tersebut menjadi masalah.

“Pokoknya saya diberi rumah bukan memaksa Terdakwa,” ujar Dayan secara berulang-ulang.

Ketika dikonfirmasi ke JPU Vera Tambunan, sebuah rumah yang diberikan kepada Dayan Sutomo sudah disita JPU.

“Rumah pemberian Terdakwa Canakya sudah disita sebagai pengembalian kerugian negara,” ujar Vera Tambunan.

Selain saksi Dayan Sutomo, JPU juga menghadirkan Ardin Simanjuntak eks Kadiv Komersial bank BTN dan Notaris Elviera. Keduanya menerangkan persyaratan kredit Canakya belum lengkap.

Sidang menarik perhatian pengunjung, dan Majelis hakim menunda persidangan sampai sepekan mendatang untuk mendengar keterangan saksi lagi.

 

Sumber : tribunnews.com