Bocah Kembar Berenang Bareng Ular-Buaya!

0
1
Bocah kembar mengangkat buaya muara yang berusia lima tahun. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Dijual Rumah

Bandung Barat, buktipers.com  – Sejak pandemi COVID-19 ini pelaksanaan pembelajaran di sekolah dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tujuannya demi mencegah penyebaran COVID-19 di kalangan pelajar.

Anak-anak yang lebih banyak berdiam diri di rumah pun merasa bosan. Beragam cara dilakukan untuk menghilangkan rasa bosan, salah satunya berenang dengan hewan buas.

Hal itu dilakoni bocah kembar, Muhammad Hasan Aji Giri (6) dan Muhammad Husein Aji Giri (6). Dua anak lelaki kelas 1 SD itu berani berenang di kolam bersama ular piton sepanjang empat meter dan seekor buaya muara berusia lima tahun.

Sewaktu ditemui di rumahnya, Kampung Cisarua RT 2 RW 6, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, keduanya tengah asyik nyemplung di kolam buatan. Mereka memangku buaya yang diberi nama Bujang. Sementara Dora, si ular piton, berenang meliuk-liuk.

Tak terlihat raut ketakutan dari Hasan-Husein saat berenang dengan Bujang dan Dora. Rupanya mereka sudah terbiasa bercengkerama dengan dua hewan buas peliharaan sang ayah, Steve Ewon. Ya, Steve Ewon dikenal sebagai pawang dan pembawa acara satwa di televisi.

“Enggak takut, soalnya sudah biasa berenang sama Bujang dan Dora. Hampir setiap hari berenangnya,” ucap Hasan kepada detikcom, Sabtu (7/11/2020).

Selama bermain dengan Bujang dan Dora, keduanya mengaku tak pernah digigit atau terluka. Sebab baik Dora maupun Bujang sudah diurus oleh ayah mereka sejak kecil hingga saat ini.

“Soalnya diurus dari kecil sama ayah (Steve Ewon). Kalau enggak berenang, biasanya ikut kasih makan daging ke buaya sama ular,” kata Hasan.

Steve Ewon selalu mengawasi dua anaknya itu saat bermain dengan ular dan buaya. Ia tak khawatir dengan aktivitas anak-anaknya itu, sebab hewan buas peliharaannya sudah jinak.

“Ini sebetulnya hasil arahan orang tuanya juga. Karena saya memang berkutat di dunia satwa. Ini juga kan bentuk edukasi, kalau sama yang jinak enggak apa-apa, kalau sama yang liar harus berhati-hati,” ucap Steve Ewon.

Meski berhadapan dengan satwa jinak, ia tak menyarankan anak-anak lain untuk melakukan hal yang sama tanpa diawasi oleh pawang atau orang terlatih menghadapi hewan buas. “Sebetulnya warga di sini sudah tahu semua karena kan saya sudah lama pelihara hewan buas. Tapi buat orang lain, jangan sembarangan mengikuti juga, harus diawasi meskipun binatangnya jinak,” tutur Steve Ewon.

 

Sumber : detik.com