Beranda Nasional BPBD Malut: 3 Tewas dan 971 Rumah Rusak akibat Gempa 7,2 SR...

BPBD Malut: 3 Tewas dan 971 Rumah Rusak akibat Gempa 7,2 SR di Halmahera Selatan

48
0
Warga mengungsi di tenda darurat pascagempa bumi di Desa Balita, Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/7/2019). (ANTARA FOTO/Nasdi/YU)
Loading...

Buktipers.com – Ternate

Penanganan korban gempa bumi 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) terus dilakukan. Update terkini berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malut per Selasa (16/7/2019), sebanyak 971 rumah di sembilan desa terdampak kerusakan. Gempa juga menewaskan tiga warga dan satu orang luka berat.

“Ketiga korban yang meninggal akibat gempa yakni Aisyah (54), Sagaf Girato dan Aspar Mukmat (20). Mereka warga Gane Dalam yang meninggal akibat tertimpa bangunan, sedangkan satu lagi korban asal Tomara mengalami luka berat,” ujar Sekretaris BPBD Malut Ali Yau, Selasa (16/7/2019).

Hasil pendataan saat ini, ratusan rumah rusak itu tersebar di Kecamatan Gane Timur Selatan, yakni di Desa Ranga-Ranga 300 unit rumah, Desa Gane Luar 380 rumah, Desa Samat 6 rumah, Desa Gaimu 10 rumah, Desa Kuwo 30 rumah, Desa Liaro 22 unit, Desa Tomara 90 unit, Desa Tanjung Jere 2 unit dan Desa Lemo Lemo 131 unit rumah. Total ada 971 pemukiman warga yang rusak berat.

Baca Juga!  Simpang Siur Tanggung Jawab Proyek Bermasalah

Selain rumah warga, getaran gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti gedung sekolah 6 unit rusak berat, Gereja 1 unit, Masjid 2 unit, Polindes 1 unit, Perumahan TPQ 1 unit, rumah guru 1 unit dan PAUD 1 unit.

Menurut Ali, langkah-langkah penanganan telah dilakukan setelah Pemda Halmahera Selatan mengeluarkan SK Tanggap Darurat selama 7 hari sejak 15 sampai 21 Juli 2019.

Pemkab setempat dibantu TNI dan Polri sudah mendirikan dapur umur di Kota Labuha untuk penanganan pengungsi di Sembilan lokasi pengungsian dengan jumlah 1.104 jiwa.

“Pemkab juga telah menurunkan tim yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, RAPI, PMI, ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian di Kecamatan Bacan Timur, Bacan Timur Tengah, Gane Dalam, Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat,” katanya.

Baca Juga!  Kemenhub Sebut Ada Pria Lompat dari Kapal dan Hilang di Laut Sulawesi

Selain itu, BPBD Malut dan TRC BNPB telah ke lokasi terdampak gempa di Kecamatan Gane Barat dan Gane Timur untuk melakukan penilaian dan mendata tingkat kerusakan, jumlah pengungsi serta kebutuhan yang dibutuhkan pengungsi agar dapat ditindaklanjuti.

“Kebutuhan utama pengungsi terdampak gempa di Halmahera Selatan ini meliputi beras, air mineral, supermi, tikar, matras, selimut, terpal dan popok bayi,” tuturnya.

 

Sumber : iNews.id

 

Loading...