Beranda Lintas Provinsi BPD Berang, Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tidak Transparan

BPD Berang, Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tidak Transparan

148
0
Kantor Camat Merlung.
Loading...

Buktipers.com – Tanjabbar (Jambi)

Dana Desa (DD ) Tahun Anggaran (TA) 2017/2018, di Desa Lubuk Terap, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi, sepertinya sudah dianggap Kepala Desa seperti dana pribadinya.

Instansi terkait yang membidangi atau tim verifikasi dari Kabupaten Tanjab Barat tampaknya juga tutup mata, diduga tidak mau tau apa yang telah diperbuat oleh oknum Kepala Desa itu.

Pihak DPW Lembaga Pemantau Tindak Pidana Korupsi ( LP – Tipikor Nusantara) Provinsi Jambi, menduga  banyak sekali Dana Desa yang ada di Kecamatan Merlung, tidak transparan.

Bukan cuma itu, seperti jalan rabat beton yang ada di Desa Merlung, sumber dana dari DD TA 2018 sama sekali tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga!  Ada Apa? Para Siswa SMK Negeri 1 Ini Memanjat Pagar Sekolahnya  

Dana yang begitu besar dikucurkan Pemerintah untuk desa itu terbuang sia-sia, dimana tim dari pengawasan Dana Desa ?

Saat tim LP-TIPIKOR dan media buktipers.com meninjau salah satu pekerjaan di Desa Lubuk Terap.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lubuk Terap, Muslim saat dikonfirmasi, di rumahnya, Kamis (7/2/2019), mengaku sangat kesal atas kinerja para Kades. Apapun bentuk anggaran atau APBDes, saya sebagai Ketua BPD disini tidak diberi tahu, jadi bagaimana saya mau tahu semua kegiatan apa yang dikerjakan?, ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, dulu dia pernah disinggung dengan ucapan kata kasar oleh Kades, bahwa dia sebagai BPD tidak punya hak untuk melihat RAB  kegiatan Dana Desa. Sepertinya saya cuma dianggap simbol dibidang pengawasan yang ada di desa ini, ungkapnya.

Baca Juga!  Imbas Kebakaran Hebat, Pelayanan Polres Lampung Selatan Dipindah ke Pemda

Camat Merlung, Zulkarnain S.Pd saat ingin dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/2/2019 ), tidak berada di kantor, eks Pejabat Sementara (Pjs) Kades Lubuk Terap, Mat Sairy saat dikonfirmasi, di ruang kerjanya, di kantor Camat, mengatakan, “kalau soal pelaksanaan kegiatan saya tidak paham, tapi kalau pengguna anggaran (pagu) itu memang saya. Koordinator di lapangan untuk kegiatan itu semua Sekretaris Desa (Sekdes) yang paham, “katanya.

Sementara Kades yang baru menjabat ini dan sudah dua periode hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi wartawan dan lembaga LP-Tipikor. (Jangcik SA)

Loading...