Beranda Parawisata BPODT Sampaikan ‘Demban Tiar’ kepada Raja Bius Desa Pardamean Sibisa

BPODT Sampaikan ‘Demban Tiar’ kepada Raja Bius Desa Pardamean Sibisa

69
0
Badan Pengelolah Otorita Danau Toba (BPODT), lebih dahulu pasahaton (menyampaikan,red) ‘demban tiar’ (sekapur sirih), kepada para Raja Bius (marga-marga), yang ada di Desa Pardamean Sibisa, Rabu (9/10/2019).

Tobasa, buktipers.com – Sebelum pembangunan pusat wisata Kaldera Toba bertaraf internasional dimulai, di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, pihak Badan Pengelolah Otorita Danau Toba (BPODT), lebih dahulu pasahaton (menyampaikan,red) ‘demban tiar’ (sekapur sirih), kepada para Raja Bius (marga-marga), yang ada di Desa Pardamean Sibisa.

Kegiatan adat Batak Toba tersebut, tampak dihadiri Bupati Tobasa, Ir Darwin Siagian, Sekda Kabupaten Tobasa, Audy M Sitorus, Kapolres Tobasa, AKBP Agus W, Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Balige, Leonardo Sitorus, Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik BPODT, Bambang Cahyo Murdoko, Direktur Destinasi Pariwisata, M Tata Syafaat, Direktur Pemasaran, Basar Simanjuntak dan Direktur Investasi Pariwisata Kelembagaan Pariwisata, M Rommy Fauzi, Dandim 2010, tokoh agama, tokoh adat dan ratusan masyarakat.

Baca Juga!  Heboh, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kegiatan ini dipusatkan di lokasi wisata Kaldera Toba, Rabu (9/10/2019).

Arie Prasetyo, Direktur Utama BPODT dalam sambutanya menyampaikan “tujuan acara pesta adat istiadat sekapur sirih yang diselenggarakan secara bersama ini, untuk mempererat hubungan antara BPODT dengan seluruh elemen masyarakat dan minta doa restu, masukan serta arahan dari para tokoh adat dan masyarakat, di kawasan sekitar Otorita Danau Toba. Sehingga pembangunan pariwisata dapat berjalan dengan baik,”ucapnya.

Arie berharap, melalui acara ini, program pengembangan dan pembangunan pariwisata di daerah kawasan Danau Toba dapat berjalan dengan baik atau terang.

Dia juga mengajak seluruh elemen di sekitar Otorita Danau Toba agar bersinergi untuk saling mendukung dan semoga kehadiran BPODT bisa membawa dampak postif bagi masyarakat.

Baca Juga!  Dituntut 2 Tahun Dugaan Suap Rp 5 Juta ke Petugas BNN, Pengacara Sebut Tuntutan tak Sesuai Fakta

Dikatakannya, pembangunan Kaldera Toba yang dibangun mulai tahun 2016 lalu, saat ini sudah rampung dan terbuka untuk masyarakat dalam melakukan acara adat dan menikmati pemandangan di Kaldera Toba.

“Kita sangat senang bila masyarakat hadir melakukan acara adat dan berkunjung di Kaldera Toba, sehingga terjalin komunikasi dengan masyarakat,”katanya.

Arie kembali mengajak seluruh elemen masyarakat dari tiga desa di Pardamean Sibisa, Sigapiton dan Parsaoran Sibisa, agar bekerjasama untuk mendukung pembangunan Otorita Danau Toba dan jika ada keluhan di tengah-tengah masyarakat, dapat langsung dikomunikasikan kepada pihaknya.

Sementara itu, Raja Bius Manurung yang diwakili Marisi Manurung, Eston Butarbutar, Raja Bius Sitorus, Monang Sitorus dan Raja Bius Sirait, Pontas Sirait, mengapresiasi acara sekapur sirih ini dan berterimakasih atas kehadiran BPODT di Desa Pardamean Sibisa.

Baca Juga!  Pemuda Karang Taruna Girsip Bentangkan Bendera Merah Putih Ukuran 50 Meter di Permukaan Perairan Danau Toba

“Kami keturunan Narasaon berterimakasih kepada Bapak Jokowi, karena mengutus BPODT membangun Sibisa, menjadi pusat pariwisata nasional dan internasional. Kami mendukung program BOPDT,” ujar Raja Bius Sirait.

Sementara, Bupati Tobasa, Darwin Siagian, juga mengajak seluruh masyarakat agar mendukung program pemerintah untuk membangun Tobasa, sebagai pusat pariwisata bertaraf internasional.

“Pemerintah telah mengalokasikan dana puluhan triliun untuk pengembangan pariwisata Danau Toba, mari kita mendukung program tersebut agar daerah kita maju,”katanya.

Acara dirangkai dengan pemotongan satu ekor kerbau dan dagingnya dibagikan kepada seluruh Raja Bius keturunan Narasaon, desa tetangga, dan pemerintahan setempat.

Sementara Raja Bius, memberikan ikan mas kepada pihak BPODT, dan ulos sebagai simbol, agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik.

Acara juga diisi dengan manortor dan makan bersama.

(Stg)

Loading...