Bukan Hanya Pakai LPG Bersubsudi, Kecelakaan Kerja Karyawan CV. Lezatku Food Tidak Dijamin BPJS

0
197
Loading...

BuktiPers.Com – Pringsewu (Lampung)

Nasib naas menimpa Yusuf Saifudin (25) warga pekon Ambarawa 2 Rt 6 Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu dengan kondisi jari tangan kiri putus hanya tersisa ibu jari akibat kecelakaan kerja yang dialaminya sewaktu masih bekerja di CV. Lezatku Food milik H. Sunarto yang memproduksi bakso dan Naget ternyata tudak dijamin BPJS Ketenagakerjaan.

Hal tersebut diduga CV. Lezatku Food tidak mendaftarkan pekerja maupun karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana diamanatkan aturan perundang-undangan.

Kecelakaan kerja yang dialami oleh Yusuf Saifudin berawal dari saat dirinya membersihkan mesin penggilingan daging untuk membuat bakso di perusahaan CV. LEZATKU FOOD milik H. Sunarto tiga tahun yang lalu.

Hilangnya 4 jari tangan kiri menambah duka mendalam lagi dikarenakan kecelakaan kerja yang dialami Yusuf tidak ada jaminan BPJS ketanagakerjaan sehingga uang hasil kerja diperuntukan biaya pengobatan.

Terang Sunasif ayah kandung Yusuf Saifudin kepada awak media saat ditemui dirumah kediamannya, Kamis (19/04/2018) ceritakan duka mendalam yang menimpa anak kandungnya sewaktu masih bekerja di CV. LEZATKU FOOD milik H. Sunarto yang waktu itu hendak membersihkan mesin giling daging secara tiba-tiba mesinnya hidup sendiri sedangkan pada waktu itu kata ayah korban,tangan bagian sebelah kiri masuk kedalam mesin gilingan daging sehingga menyebabkan empat jari tangannya mengalami buntung atau catat seumur hidup.

“Terjadinya kecelakaan pada anak saya pada waktu itu hendak membersihkan mesin giling daging secara tiba-tiba mesinya hidup sendiri,” ucapnya.

Setelah itu sambung Sunasif ayah korban anaknya dilarikan ke selama tiga hari dirawat di RS.Mitra Husada Pringsewu mendapat perawatan selama tiga hari setelah itu pulang ke rumah dirawat jalan.

Baca Juga!  Nyambi Jual Sabu, Petani Diciduk Polisi

Padahal telah tertuang pada UU ketenagakerjaan terkait Hak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi “Hak ini diatur dalam pasal 6 UU No 13 Tahun 2003 yang berbunyi “setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha”. Artinya, pengusaha harus memberikan hak dan kewajiban pekerja tanpa memandang suku, ras, agama, jenis kelamin, warna kulit, keturunan, dan aliran politik.

Kemudian sepulangnya yusuf berobat dari RS Mitra husada tidak ada santunan cuma dijanjikan oleh pemilik perusahan CV Lezatku Food, kerja nggak kerja tetap mau dibayar.

“Nggak tepat janjinya, katanya waktu itu anak saya dijanjiin pak haji kerja gak kerja tetap dibayar, cuma dikasih sekali saat itu sejumlah Rp.1 juta,” kata ibu korban dengan nada kecewa.

Jelas tertuang pada UU ketenagakerjaan tentang Hak uang pesangon. “Setiap pekerja/buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berhak mendapatkan pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian hak, dengan ketentuan pada pasal 156 UU no 13 tahun 2013”.

Dari pemberitaan sebelumnya Wakil ketua Komisi 1 DPRD Pringsewu Nazarudin angkat bicara terkait Cv. Lezatku food yang gunakan tabung gas melon bersubsidi 3kg untuk produksi bakso dan Naget

Saat ditemui diruang kerjanya Selasa (17/04/2018) Nazarudin akan kordinasi dengan pihak kepolisian apabila CV. Lezatku Food benar benar terbukti gunakan gas bersubsidi dalam usaha bisnisnya.

“Nanti kroscek ke CV. Lezatku food , kita lihat apa yang dipakai selama ini kalau memang CV. Lezatku Food memakai tabung melon bersubsidi kita akan kordinasi dengan pihak yang berwajib langkahnya seperti apa dalam peraturannya pun sudah jelas,” tegasnya.

Baca Juga!  Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Dari pemberitaan sebelumnya Owner CV. Lezatku Food H. Sunarto tidak mengetahui perihal penggunaan tabung gas elpiji melon 3 kg bersubsidi di usaha bisnisnya sudah salahi aturan

Terang Owner CV. Lezatku Food saat ditemui awak media di rumah kediamannya sekaligus kantor CV. Lezatku Food, Minggu (15/04/2018), H. Sunarto baru mengetahui dari pemberitaan awak media terkait tabung gas melon bersubsidi penggunaan sekala besar sudah melanggar Peraturan Mentri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM).

“Kalau saya tidak mengetahui dan saya belum tahu petunjuknya seperti apa tapi kita tidak gunakan secara maksimal,” katanya.

Perihal karyawan yang keluar dari ruang produksi dengan membawa tabung gas melon kosong Sunarto pun bantah kalau tabung itu untuk dapur umum disaat awak media bertanya apakah Sunarto bisa membuktikan kalau tabung bersubsidi itu digunakan untuk dapur umum.

“Dapur umum ada tapi tidak semuanya dapur umum dan tabung itu tidak mutlak digunakan di dapur umum dan diproduksi tidak semua diproduksi jadi agen elpiji itu saat stok belum habis bingung karena barang baru mau datang lom habis stoknya jadi minta tolong kepada kami untuk menghabiskan dan dikosongkan untuk dikirimkan stok baru,” ujarnya.

Lanjut owner, tentang pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 Sunarto tidak mengetahui kalau gunakan tabung gas melon bersubsidi salahi aturan.

“Saya tidak tahu kalau itu menyalahi aturan jadi saya mohon petunjuk bagi pemerintah terkait dengan persoalan ini, saya siap untuk pembenahan karena kami masyarakat kecil yang tidak memahami undang undang,” tutupnya.

Baca Juga!  Terkait Peryataan Yosep Adi Prasetyo, Aliansi Wartawan Anti Kriminalisasi Laporkan Dewan Pers Ke Polisi

Dari pemberitaan sebelumnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) CV. Lezatku Food yang beralamat di Pekon Ambarawa Barat Kadus 3 kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung diduga menggunakan gas melon bersubsidi 3 kg.

CV. Lezatku Food yang memproduksi bakso dan naget itu sudah berdiri sejak lama dengan mempekerjakan kurang lebih 50 orang karyawan dan karyawati dalam menjalani usaha bisnisnya.

Dalam menjalani usaha bisnisnya, bahan bakar tabung melon 3 kg bersubsidi yang digunakan keseharian untuk produksi bakso dan naget.

Hasil investigasi awak media di lokasi CV. Lezatku Food, Jumat (13/04/2018) lalu, tampak jelas karyawan keluar dari dalam tempat produksi sedang mendorong tabung melon 3 kg yang sudah kosong untuk mengganti yang baru.

Diwaktu yang sama awak media berusaha untuk konfirmasi ke owner CV. Lezatku Food H. Sunarto, namun tak kunjung bisa ditemui.

Seperti tertuang dalam pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG juncto pasal 40 UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ancaman pidana dalam pasal 55 UU Migas adalah pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar. Sedangkan ancaman pidana dalam pasal 40 UU UMKM adalah penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. (Tim/Red)

Loading...