Bupati Aceh Singkil Undang Petani dan PT Nafasindo Uber Traco Terkait Sengketa

0
331
Bupati Aceh Singkil mengundang masyarakat petani yang bersengketa dengan PT Nafasindo Uber Traco, Rabu (6/2/ 2019). (foto/sahman m)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Aceh Singkil

Bupati Aceh Singkil mengundang masyarakat petani yang bersengketa dengan PT Nafasindo Uber Traco, Rabu (6/2/ 2019).

Pertemuan tampak dipimpin Asisten I Pemkab Aceh Singkil, Mohd Ichsan, dan dihadiri jajarannya, pihak Tranmigrasi dan Badan Pertanahan.

Mewakili warga, Baharuddin, mengatakan, atas nama kelompok tani di lima desa, mereka merasa terzolimi karena hak kelompok tani mereka telah dirampas oleh pihak PT Naafacindo Uber Traco. Sedangkan lahan kami jelas – jelas memiliki sertifikat yang sah dan juga memiliki peta yang akurat. Kami meminta pihak Pemerintah Daerah agar dapat secepatnya menuntaskan lahan usaha tani kami, yaitu, lahan/1/2/3 termasuk lahan cadangan pecahan KK anak – anak  transmigrasi. Harus kemana anak – anak kami berusaha, ludes dirampas perusahan dimaksud, paparnya panjang lebar.

Tiye Jabat juga menyampaikan, “kalau di atas hak kami, matipun kami siap untuk mempertahankan hak di atas tanah kami. Harapan kami mewakili kelompok tani, warga Muarapea maupun lainnya harus diselesaikan secepat mungkin. Kami sudah lelah, bertahun – tahun persoalan ini gak tuntas, “ungkapnya.

Mohd Ichsan, menanggapi keluhan masyarakat, mengatakan, bahwa pihaknya berupaya memfasilitasi pertemuan ini dan akan mencari solusinya dengan menindak lanjutinya sesuai ketentuan dan hak para warga.

Bapak – bapak katakan lahan dimaksud di lima desa itu sudah memiliki sertifikat dan memiliki peta.

Dan berdasarkan itulah kami dari pihak Pemerintah dapat turun ke lokasi yang bapak tuntut. Cabo bapak kumpulkan dan lenglapi  sertirfikat maupun petanya, walau fotokopinya sebagai dasar kita berpedoman atas tuntutan yang kita bahas pada hari ini, saran Bupati.

Karena kalau tidak diserahkan pada kami, bagaimana kami bisa bekerja di lapangan? Tidaklah mungkin kami bisa jalan, jika tidak ada pedoman ditangan kami, ungkap Asiten 1, Mohd Icssan.

(sahman m)