Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor, SE, Meninjau Lokasi Banjir Bandang Di Baktiraja

0
250
IMG-20171121-WA0021
Loading...

BuktiPers.Com – Humbahas (Sumut)

Pasca bencana alam, banjir bandang, yang melanda di dua desa yakni di desa siUnong Unong Julu dan Martodo Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasunsutan mengharuskan Bupati Humbahas meninjau langsung tempat kejadian bencana banjir bandang tersebut, yang di dampingi oleh Kadis Lingkungan Hidup Minrot Sigalingging, Kadis BPBD Tumbur HutaGaol, Kadis Perizinan Terpadu Rudol Manalu dan juga Camat Baktiraja Astrid Simanullang, Senin (20/11/2017) kemarin.

Dalam peninjauan langsung ke lokasi banjir bandang , Bupati Humbahas menyampaikan dan berpesan tegas agar proyek PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro) yang dipekerjakan oleh PT.Baktiraja Energi Lestari, yang mengakibatkan lahan persawahan 1 hektar dan tanaman warga setempat mengalami rusak parah, untuk sementara dihentikan kegiatannya, sampai ada penyelesaian dan penanganan dampak lingkungan dari perusahaan untuk masyarakat yang terkena musibah banjir bandang, supaya kedepan tidak ada tanggapan dari masyarakat, bahwa proyek tersebut , penyebab salah satu banjir, ungkap Dosmar.

Baca Juga!  Tak Ingin Tanggung Jawab, Mahasiswa Kedokteran Hewan UNAIR Telantarkan Darah Dagingnya

Ditambahkan Bupati, bagi masyarakat yang mengalami gagal panen akibat banjir bandang tersebut akan segera didata untuk kita ajukan ke Bulog untuk bisa mengurus cadangan beras pemerintah, dan semoga bagi seluruh masyarakat yang terkena musibah diberikan Tuhan kesehatan dan rejeki kedepannya.

Pantauan di lokasi banjir LSM KITA – PD dan wartawan Bukti Pers menerima informasi dari warga setempat, yang namanya tidak bersedia diberitakan, mengatakan bahwa benar proyek PLTMH ini merupakan salah satu penyebab banjir, tolong dicek kreabilitasi izin proyek tersebut, khususnya izin lingkungannya, izin pemakai tenaga asing dan penginapannya, apakah izin pekerja atau izin melancong.

Ditambahkan warga juga, pada saat pihak proyek meminta izin kepada masyarakat, mereka ada membagi bagikan uang untuk mendapatkan tanda tangan kami, khususnya untuk izin lingkungan dari masyarakat setempat, ungkap warga. (B.Nababan/Red)

Loading...