Bupati Kunjungi Desa Bagan Kuala, Salah Satu Perbatasan di Sergai

0
194
Bupati Sergai, Ir H Soekirman saat mengunjungi satu desa perbatasan di Sergai, yaitu, Desa Bagan Kuala, wilayah berbatasan langsung dengan negara Malaysia dengan gugusan Pulau Berhala yang ada di Selat Malaka.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai proyeksikan Pulau Berhala menjadi center point ketahanan Nasional, wilayah barat Indonesia, di Dermaga Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Jumat (24/1/2020) sore.

Tampak hadir, Bupati Sergai, Ir H Soekirman, Ketua DPRD, dr Riski Ramadhan Hasibuan SH SE, Sekdakab, HM Faisal Hasrimy AP MAP, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD terkait, Sekretaris FAJI Sumut, Erwin Rezapahlevi, Camat Tanjung Beringin, Safruddin, SE, MAP, Muspika, Kepala Desa Bagan Kuala, Safril, Jurnalis dan unsur masyarakat.

Bupati Sergai, Ir H Soekirman mengatakan, pihaknya mengunjungi satu desa perbatasan di Sergai, yaitu, Desa Bagan Kuala, wilayah berbatasan langsung dengan negara Malaysia dengan gugusan Pulau Berhala yang ada di Selat Malaka.

Kunjungan ini, dalam rangka mengembangkan program ketahanan Nasional dan Bela Negara melalui Eco Marine Tourism. Program ini memproyeksikan Pulau Berhala menjadi center poin ketahanan nasional wilayah barat Indonesia, katanya.

Artinya, bahwa Kabupaten Sergai yang memiliki panjang garis pantai 60-70 Km, sangat perlu diwaspadai dari ilfiltrasi dari luar. Seperti kita tahu, saat ini banyak masuknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang dan lainnya adalah berasal dari wilayah pesisir. Oleh sebab itu, maka ketahanan Nasional kita harus ditingkatkan di wilayah pesisir dengan program-program yang tentunya inovatif, ujar Bupati.

Melalui kerjasama dengan pihak terkait, seperti TNI AL Yon Marharlan Belawan, Kodim 0204/DS, serta Poskamla yang ada disini, untuk melakukan program yang secara rutin dilakukan di Pulau Berhala, seperti program Bela Negara, latihan wawasan kebangsaan dan lainnya dengan peserta berasal dari masyarakat dan pelajar dengan mentor dari Departemen Pertahanan dan Keamanan, sehingga konsep Hankamrata (Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta) dapat kita bangun dari Serdang Bedagai, ungkapnya.

Hal tersebut juga nantinya akan didukung sarana dan prasarana seperti pembangunan dermaga serta sarana transportasi Kapal Ferry berkapasitas menengah hingga besar, tambahnya.

Terkait rencana pengadaan Kapal Ferry jenis JS 1843 berkapasitas 70-80 penumpang sebagai sarana transportasi menuju Pulau Berhala dan sebaliknya, Bupati mengatakan, bantuan tersebut sedang dibahas bersama beberapa kementrian, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, dan Kementerian Pertahanan yang nantinya akan dikelola dalam bentuk konsorsium secara nasional.

Namun poin pentingnya adalah bukan fokus kepada kapalnya, namun lebih kepada kesiapan sumberdaya manusia, serta manajemennya yang jauh lebih penting. Hal ini agar jangan sampai nanti sebelum dapat kapal kita damai, namun setelah dapat bantuan kapal kita berselisih, terlebih dengan adanya pemasukan, katanya lagi.

Perjuangan kita ini ibarat angkatan perang yang terdiri dari AD, AL, AU dan kepolisian dengan berbagai kekuatan nasional yang telah kita bangun sebenarnya, dan sudah menunggu untuk kesiapan kita dalam program Eco Marine Tourism yang kita canangkan dan sepakati bersama pada hari ini.

Hal yang kita lakukan hari ini adalah bentuk penjajakan guna menyahuti program nasional sejalan dengan keluarnya Perda agar mengembangkan program ketahanan nasional, katanya.

Ketua DPRD Sergai, dr.M.Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE mengatakan, dalam kunjungan ini bersama Pemerintah Daerah, di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, guna melakukan diskusi singkat terkait pengembangan Pariwisata Pulau Berhala, sebagai program pertahanan nasional dan pendidikan bela negara untuk memberikan wawasan kebangsaan agar terhindar dari hal-hal negatif dan membangun dermaga untuk penyebrangan ke Pulau Berhala.

Sekdakab, HM Faisal Hasrimy AP MAP, sangat mendukung dan menyambut baik program Eco Marine Tourism dari segi regulasi yang produknya akan dibahas dengan legislatif.

Dari segi keamanan sudah dikoordinasikan mulai dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan, kemudian dengan Dirjen Kementrian yang menangani pulau terluar. Jadi dengan semua persiapan tersebut, maka kami bersama tim dari Bappeda akan sesegera mungkin menyusun proposal bersama OPD terkait dan menyahuti petunjuk dari Bupati dalam program pengembangan wisata sekaligus perwujudan Hankamrata, katanya.

Danramil 09/TB Mayor (Inf) Muhsin, sangat mendukung program Eco Marine Tourism ini dan siap memberikan pengamanan serta pelatihan Bela Negara serta Latihan Wawasan Kebangsaan.

Kami optimis dengan program ini juga nantinya akan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat antara lain melalui kuliner dan pariwisata sehingga nantinya akan dapat mempersempit ruang gerak masuknya peredaran narkoba melalui jalur pesisir, ucapnya.

Sekretaris FAJI Sumut, Erwin Rezapahlevi mengatakan, hal ini pengalaman baru bagi pihaknya, yaitu pengembangan dari program yang biasa berkutat di sungai menjadi mengelola laut lepas dan perbatasan.

FAJI siap memberikan support yang terbaik untuk program Eco Marine Tourism ini. Dengan cukupnya SDM FAJI, kami fokus membantu pemkab Sergai agar bagaimana menjadikan persoalan daerah ini menjadi sebuah peluang pariwisata yang dapat membangkitkan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah pesisir, katanya.

Camat Tanjung Beringin, Syafruddin, S.Sos mengatakan, Pemerintah Kecamatan juga mendukung upaya pengembangan usaha dan wawasan luas dalam hal peningkatan ekonomi rakyat. Saat ini mungkin dari segi pendapatan, masyarakat sekitar pesisir belum seperti masyarakat daerah perkotaan.

Kades Bagan Kuala Safril, berterima kasih dan mendukung rencana dibangunnya dermaga Kapal Ferry, melalui program Eco Marine Tourism ini. Dengan adanya dermaga Kapal Ferry ini, tentunya akan lebih mengembangkan potensi wisata yang ada di desa kami ini, katanya.

 

(ML.hrp)