Bupati Labuhanbatu Agendakan Kerjasama dengan Bank Indonesia

0
6
Foto bersama usai pertemuan.

Labuhanbatu, buktipers.com – Bupati Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe, dalam agenda kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) akan prioritaskan dua sektor utama kebutuhan terkini.

Dari dua sektor di antaranya peningkatan kemandirian ekonomi dan pelayanan kesehatan. Orang nomor satu di Labuhanbatu ini berharap dapat mengantisipasi terjadinya krisis sosial.

Krisis sosial yang salah satunya ditengarai dari desakan kebutuhan ekonomi dan kesehatan, merupakan kekhawatiran utama Andi Suhaimi dalam situasi pandemi yang sedang terjadi saat ini.

Hal itu diungkapkan Bupati, usai menjamu tamu Deputi Kepala BI Siantar, Poltak Sitanggang, Staf Ekonomi BI Siantar, Akim Kuncoro dan Bagian Pembangunan, Santi Hutajulu, Kamis (3/9/2020), di Rumah Dinas Wakil Bupati Labuhanbatu.

“Tadi dari pihak BI datang kita bincang panjang lebar, sekaligus menawarkan kerjasama dengan Labuhanbatu,” kata Andi Suhaimi Dalimunthe tampak serius.

Dijelaskan, dalam agenda kerja sama dengan BI, Bupati minta kerja sama ini dapat segera direalisasikan dengan permintaan pembangunan di RSUD Rantauprapat dan pengadaan mesin penggiling padi.

“BI tertarik dengan rumah sakit kita dan itu sangat saya setujui, dilihat dari kebutuhan kita saat ini tentang kesehatan. Kemudian, saya meminta mesin penggiling padi untuk kemandirian pangan di Labuhanbatu dan agar padi kita tidak dibawa keluar lagi,” ungkapnya.

Disampaikan Andi, sebelumnya BI telah menyalurkan bentuk bantuan peternakan di Desa Meranti, Kabupaten Labuhanbatu, berupa lembu dan saat ini akan menyalurkan sebanyak 100 paket sembako di Kabupaten Labuhanbatu kepada dinas terkait.

“Dalam kesempatan ini atas nama masyarakat Labuhanbatu, saya menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar – besarnya kepada BI. Pada perinsipnya, kita bersinergi untuk kemaslahatan rakyat,” pungkasnya.

Bupati Labuhanbatu dalam kesempatan itu, menerima pelakat selembar uang baru Rp75.000,- yang diketahui hanya dicetak di HUT ke-75 RI dan hanya sebanyak 75 juta, di seluruh Indonesia.

 

(Syafii Harahap)