Beranda Sumut Bupati Simalungun Jenguk Pasien Difteri di RSU Perdagangan

Bupati Simalungun Jenguk Pasien Difteri di RSU Perdagangan

45
0
Bupati Simalungun, JR Saragih, meninjau penderita difteri, usai mendapat laporan dari Kepala Dinas Kesehatan, tentang Kondisi Luar Biasa (KLB) suspect difteri, di Pasar I, Perdagangan, Kecamatan Bandar, Selasa (3/12/2019).

Simalungun, buktipers.com – Bupati Simalungun, Dr JR Saragih SH MM, komit meningkatkan pelayanan  masyarakat, terutama dalam hal ksehatan.

Kali ini, Bupati Simalungun, meninjau pasien penderita difteri, usai mendapat laporan dari Kepala Dinas Kesehatan, tentang Kondisi Luar Biasa (KLB) suspect difteri, di Pasar I, Perdagangan, Kecamatan Bandar, Selasa (3/12/2019).

Saat peninjauan, didapati 4 orang penderita difteri yang dirawat di RSUD Perdagangan, yakni, Herdian Situmorang (5 tahun), Yehezkiel Situmorang (6 tahun), Rama Situmorang (3 tahun) dan Mutiara Situmorang (2 tahun).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Simalungun berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara telah merujuk 2 orang pasien, Herdian Situmorang dan Yehezkiel Situmorang  ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Senin (2/12/2019) untuk perawatan yang lebih intensif, namun sesampainya di Medan, salah satu pasien meninggal dunia.

Baca Juga!  Kapolres dan Bupati Simalungun Lepas Konvoi Pawai Musik Traller, Meriahkan Millenial Road Safety Festival

Bupati Simalungun usai melihat kondisi pasien, selanjutnya memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan, Edwin Tony Simanjutak untuk segera merujuk pasien yang sedang dirawat di RSUD Perdagangan yang bernama Rama Situmorang dan Mutiara Situmorang, ke RS Adam Malik untuk penanganan yang lebih serius.

Dan didampingi Dinas Kesehatan untuk mengikuti perkembangan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Selanjutnya, Bupati juga meminta pihak Dinas Kesehatan Simalungun agar segera melakukan vaksinisasi, di sekitar daerah permukiman rumah korban dan melakukan sosialisasi terutama kepada bidan-bidan desa agar melakukan pemberian vaksin, khususnya kepada bayi yang baru lahir.

“Pemerintah sudah menyiapkan vaksin gratis kepada semua masyarakat dan tidak perlu takut dan khawatir. Mari kita bersama-sama mencegahnya, dan apabila ada gejala agar secepatnya membawa kerumah sakit,” ujar Bupati.

Baca Juga!  Bupati Simalungun Borong Telur dan Kacang Pedagang Asongan dan Ini Data Lengkap Juara Perlombaan Pesta Rondang Bittang ke 33

Dari penjelasan dokter spesialis, difteri merupakan infeksi serius pada hidung dan tenggorokan atau selembar materi tebal dan abu-abu menutupi bagian belakang tenggorokan, sehingga membuat sulit bernapas, yang disebabkan bakteri corynebacterium diphtheriae.

Salah satu penyebab utama kemunculan difteri adalah kurangnya pemahaman orang tua akan pentingnya vaksinasi bagi bayi dan balita.

(Stg)

Loading...