Bupati Tapteng Beberkan 2 PNS Dipecat karena Narkoba dan Bandar Narkoba di Lapas

0
146
Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, mengkampanyekan pemberantasan Narkoba di acara jalan santai dan senam massal, Sabtu (28/9/2019) pagi lalu, pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini digelar KONI Tapteng, dengan mengusung tema "Mari Hidup Sehat Tanpa Narkoba".
Dijual Rumah

Tapteng, buktipers.com – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani, mengkampanyekan pemberantasan Narkoba, di daerahnya, di depan ratusan peserta jalan santai dan senam massal bersama, yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tapteng, di Pantai Indah Pandan (PIP), Sabtu (28/9/2019) siang lalu.

Mengawali pemaparannya, Bupati Tapteng mengatakan, kurun 2 tahun kepemimpinannya, bersama Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul, melakukan pemberantasan tempat-tempat maksiat dan usaha perjudian, di seluruh wilayah Tapteng. Saat ini, Bupati menegaskan komitmennya untuk memberantas narkoba di Tapteng.

“Kurun waktu dua tahun ini, kami dengan Wakil Bupati melakukan pemberantasan tempat-tempat maksiat yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, termasuk berbagai bentuk usaha perjudian. Sudah banyak usaha yang menyediakan layanan maksiat ditutup. Usaha perjudian juga, seperti judi jackpot ditutup. Hal ini gencar kita lakukan. Kemarin, saat melakukan penertiban, ditemukan seorang yang mengidap HIV,” kata Bupati Tapteng mengawali pemaparannya.

“Pada saat ini, kami fokus untuk memberantas narkoba di Kabupaten Tapanuli Tengah. Semuanya ini menguras uang masyarakat hingga ratusan milyar per tahun sia-sia untuk narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. Tidak ada gunanya semua pembangunan ini dilakukan jika masyarakat terlebih generasi bangsa rusak oleh narkoba,” kata Bupati lagi.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba ini harus dilakukan bersama-sama. Harus memiliki komitmen yang kuat dan tidak perlu takut karena narkoba merupakan musuh nyata seluruh rakyat Indonesia, tegasnya.

“Bersama pihak berwajib kita bersatu dan mendukung dalam memerangi narkoba. Tidak ada yang luput dari bahaya narkoba. PNS juga ada yang terlibat narkoba. Dua orang ASN Pemkab Tapanuli Tengah, telah diberhentikan karena terlibat narkoba. Bahkan bisa saja oknum di Polisi maupun TNI terlibat narkoba. Narkoba juga tidak mengenal usia, semua lapisan bisa terkena narkoba. Untuk itu, mari kita bersama-sama memberantas narkoba, agar generasi muda kita ini dan masyarakat dapat terselamatkan dari bahaya narkoba,” papar Bupati Tapteng.

“Kemarin, telah ditangkap oleh aparat Polsek Pandan, seorang warga yang terlibat narkoba. Dia membeli narkoba itu dari seseorang yang berada di Lapas Sibolga. Ada videonya, telah saya upload dan laporkan. Bagaimana dia mengaku mendapatkannya dari seseorang yang ada di dalam penjara, seorang bandar besar narkoba di Sibolga-Tapteng ini, bernama NH. Sudah terlalu sering keluar masuk penjara. bagaimana bisa dia memasok narkoba dari dalam penjara. Untuk itu, mari kita semua bersungguh-sungguh dengan tegas memberantas penyebaran narkoba di Kabupaten Tapanuli Tengah ini,” jelas Bupati Tapteng.

Bupati Tapteng juga memaparkan, bahwa mulai tanggal 1 Januari 2020 akan ada Peraturan Desa dan Kelurahan terkait narkoba.

Barang siapa yang ketahuan bandar atau pengedar narkoba tertangkap dan diproses hukum akan diusir dan tidak dapat kembali seumur hidup ke Tapanuli Tengah.

Barang siapa pemakai narkoba, diproses hukum akan diusir dari Tapteng dan tidak dapat kembali ke kampung halamannya selama 15 tahun, serta akan diumumkan di tempat ibadah meliputi masjid dan gereja.

“Untuk itu, saya harapkan komitmen kita dalam memerangi narkoba. Kita tidak boleh mundur dan kita tidak boleh takut sedikitpun. Kalau SDM masyarakatnya hancur gara-gara narkoba, maka sia sia semua. Kita yang bertanggung jawab terhadap generasi bangsa kedepan. Untuk itulah, kita berjuang memerangi narkoba,” tegas Bupati Tapteng.

Bupati menyebutkan, bahwa pada bulan Oktober 2019, bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), MUI, BKAG, Organiasi Agama akan menandatangani deklarasi Anti Narkoba.

“Pada acara deklarasi Anti Narkoba itu, kita akan undang TNI/Polri. Kita bersama TNI/POLRI, ASN agar bersatu mendukung Pemerintah Daerah dalam memerangi narkoba. Jangan sampai ada aparat yang terlibat dengan narkoba,”tutupnya.

(Job Purba)