Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Diduga Melakukan Money Politic dan Halangi Tugas Penyelenggara

0
167
Abd. Kodrat, Ketua Kordinator Gakumdu Pesisir Barat.
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Pasangan Calon (Paslon) Bupati Pesisir Barat (Pesibar) nomor urut 1, Pieter-Fakhrurrazi, diduga melakukan pelanggaran kampanye, dengan membagikan sejumlah amplop yang berisi sejumlah uang, kepada peserta kampanye saat kampanye terbatas, di Pekon Pahmungan, Kecamatan Pesisir Tengah, pada Jumat (30/10/2020), lalu, pukul 10.00 WIB.

Ketua Kordinator Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pesibar, Abd. Kodrad, ketika dikonfirmasi, Selasa (3/11/2020), mengatakan, bahwa pada Jumat (30/10/2020) lalu, paslon nomor urut 1 menggelar  pertemuan terbatas, di Pekon Pahmungan, yang dihadiri  Calon Wakil Bupati, Fakhrurrazi.

“Akan tetapi ketika kampanye sudah selesai, mereka (tim kampanye) mengumumkan kepada masyarakat dengan menggunakan mikrofon, agar secara bergantian mengambil amplop yang berisi uang pecahan Rp50 ribu,” ungkap Kodrat.

Menurut Kodrat, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pesisir Tengah, sebelumnya sudah berupaya melakukan pencegahan dan bahkan hingga tiga kali. Namun sayangnya, tindakan yang dilakukan Panwascam justru tidak digubris. “Ketika sudah sekitar 10 amplop yang dibagikan, Panwascam langsung memberhentikan tindakan dimaksud. Namun amplop yang sudah dibagikan tidak berhasil diamankan, dikarenakan penerima amplop sudah pulang ke rumah masing-masing,” terangnya.

Sedangkan sisa amplop yang belum sempat dibagikan, saat akan diamankan oleh Panawascam, justru sempat bersitegang antara petugas dengan tim yang ada di lokasi untuk tidak memberikan. “Diduga juga ada upaya menghalang-halangi penyelenggara. Jadi itu ada money politicnya dan ada upaya menghalang-halangi tugas penyelenggara,” jelas Kodrat.

Namun sebanyak 17 amplop tersisa yang belum sempat dibagikan, saat ini sudah diserahkan oleh tim paslon nomor urut 1, melalui Arif Usman ke Bawaslu Pesibar dan sudah dibuat tandaterima oleh Bawaslu. “Saat ini permasalahan itu masih dalam tahap pengembangan,” pungkas Kodrat.

(Andi)