CCTV jadi “Saksi”, Truk Babi Tabrak Pesepeda Stevan Theodore di Jalan Parapat

0
821
Petugas Sat Lantas Polres Simalungun sedang memperlihatkan CCTV dalam kasus tabrak lari (atas), Bawah kiri, tersangka diamankan, dan bawah kanan truk tabrak lari yang terekam CCTV.(foto/colaseBP/hms)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Kasus tabrak lari terjadi di KM 13-14 Jalan Parapat-Saribudolok, Dusun Karang Anom, Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Sebuah truk menabrak pengendara sepeda, Steven Theodore (29) penduduk Jalan Sutomo No.275 Kota Pematang Siantar, mengakibatkan korban luka berat dan kini dirawat di RS Vita Insani Kota Pematangsiantar.

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Hendri Nupia D. Barus SH.SIK melalui keterangan media digital, Selasa (23/10/2018) malam membenarkan, kasus tabrak lari itu terjadi, Minggu (21/10/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.

Personil Sat Lantas Polres Simalungun langsung diterjunkan ke TKP untuk melakukan indentifikasi dan penyelidikan.

Selain mendapatkan keterangan sejumlah saksi, petugas juga memeriksa CCTV milik warga di tiga titik. Dari rekaman CCTV, terlihat truk yang diduga menabrak lari korban melaju kencang.

Berdasarkan hasil rekaman CCTV terebut, dikuatkan keterangan saksi-saksi, penyidik meyakini, bahwa truk yang menabrak tersebut biasa membawa ternak babi.

Hasil Maping yang diperoleh penyidik, perusahaan ternak babi yg ada di Kabupaten Simalungun ada dua, satu PT Allegrindo di Purba dan satu lagi di Merek.

Selanjutnya pengejaran dilakukan, ditemukan titik terang identias pelaku setelah petugas berhasil menemukan barang bukti satu unit mobil truk Mitsubishi jenis Canter 125PS BK 9126 FA di perusahaan ternak babi PT. Alegrindo yg beralamat Kecamatan Tiga Runggu, Kabupaten Simalungun.

Truk tersebut diduga digunakan tersangka menabrak korban, Stevan Theodore. Dugaan ini dikuatkan adanya kerusakan baru pada bagian depan truk tersebut.

Keterangan security PT. Allegrindo, truk tersebut ditinggalkan sopirnya di perusahaan dan sopir itu mengatakan tidak mau lagi bekerja di perusaan tersebut.

Mendengar pernyataan sopir ini, petugas security itu pun sempat terheran-heran dan bertanya kenapa sopir itu tak mau lagi bekerja?

Sopir itu kata security Allegrindo berinisial BI penduduk Afdeling A Perkebunan Sidamanik.

Informasi yang didapat dari security itu dengan cepat direspon penyidik, kemudian personil kepolisian Polres Simalungun melakukan penyelidikan dengan cara menyamar sebagai petani kebun teh, datang menyambangi rumah tersangka.

Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri Nupia D. Barus SH.SIK menyakini, bahwa tersangka berada di dalam rumah, selanjutnya memerintahkan pasukan yang dipimpin KBO Lantas Iptu Idham Halik untuk melakukan penggeledahan.

Tak sia-sia, benar saja bahwa tersangka didapati sedang berada di dalam rumahnya. Tanpa melakukan perlawanan, tersangka diamankan dan digiring untuk menjalani pemeriksaan di Polres Simalungun. (hms)

Editor : Maris