Cekcok Tanah Warisan, Adik di Nias Habisi Nyawa Abang Kandung

0
22
Polres Nias gelar Press release, adik habisi nyawa abang kandung. (Foto: Polres Nias/Okezone).
Dijual Rumah

Nias Utara, buktipers.com – Seorang adik di Nias Utara, Nias, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) nekat menghabisi nyawa abang kandung.

Hal ini disebabkan perkara tanah warisan. Pembunuhan ini dilakukan oleh yakni NG alias Ama Ucok (46) terhadap TG alias Ama Tianus (62). Keduanya sempat terlibat cekcok di kebun karet sebelum salah satunya tewas.

Paur Humas Polres Nias, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Aiptu Yadsen Hulu mengatakan, keduanya merupakan warga Dusun IV, Desa Silimabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara Sumut.

“Motif tersangka menghabisi abang kandungnya, karena merasa tersinggung dengan sikap abangnya yang lebih dulu meninju pipi kirinya. Sebelumnya, telah terjadi cekcok mulut antara tersangka dengan korban, terkait sengketa warisan kebun karet,”aku tersangka pada press release yang dipimpin Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan, Rabu (11/11/2020).

Yadsen menambahkan, insiden ini terjadi pada (3/11/2020) sekira Pukul 18.00 WIB. Saat itu tersangka NG pulang memancing dari laut, sesampainya di rumah, tersangka ingat pisau miliknya yang digunakan memotong umpan saat memancing tertinggal dalam perahu miliknya.

Kemudian, tersangka menuju pantai dan mengambil pisaunya dari dalam perahu serta menyelipkan pisau itu ke pinggang.

Tersangka lalu pulang menuju rumah dan saat melintas di depan rumah korban, korban terdengar dalam rumahnya sedang marah-marah, berteriak serta memaki-maki dengan ucapan, ‘Ubunu’o ono Ama Dona, Tenga Khou Kabu Dao’ (Kubunuh kau, anak ama Dona, bukan punyamu kebun itu).

Mendengar ucapan korban, lanjut Yadsen, tersangka merasa tersinggung, sebab tersangka dan korbanlah tinggal berdua anak laki-laki dari orang tua mereka (Ama Dona) di kampung dan yang meneruskan merawat kebun warisan orang tua mereka.

Pada saat itu, tersangka berpikir bahwa kalimat yang diucapkan korban ditujukan pada tersangka. Lalu tersangka, menjawab dari jalan umum dan tersangka berkata kepada korban, ‘Haniha Nibunumo’ (Siapa yang mau kau bunuh), seraya tersangka menyuruh korban ke luar dari dalam rumahnya. Korban pun keluar serta menghampiri tersangka.

Tersangka sempat menggertak korban dengan cara mengambil batu dari pinggir jalan dan seakan-akan tersangka mau melempar korban, namun korban tidak takut dan terus mendekati tersangka. Lalu tersangka membuang batu tersebut kembali ke pinggir jalan.

“Sesaat kemudian, korban langsung meninju pipi kiri tersangka dan tersangka mencabut pisau yang terselip dipinggangnya, namun pisau tersangka jatuh ke badan jalan, sebab korban masih meninju tersangka. Lalu tersangka mengambil pisaunya yang terjatuh dengan tangan kiri serta menikam perut korban sebanyak dua kali,” kata Yadsen.

Kemudian, kata Yadsen, tersangka memindahkan pisaunya ke tangan kanan dan saat itu korban dengan posisi memegang leher tersangka serta tersangka menikam ketiak kiri korban sebanyak satu kali.

Tersangka lalu mengayunkan pisau ke lengan kiri korban sehingga pada saat itu posisi korban membungkuk didepan tersangka dan tersangka kembali menikam punggung korban sebanyak dua kali.

“Setelah itu. Tersangka meninggalkan korban dan berlari menuju arah Polsek Tuhemberua dan tersangka diamankan personil Polsek Tuhemberua,” katanya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 atau 351 ayat (3) KUHPidana tentang Tindak Pidana Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 

Sumber : iNews.id