Cerita Bule-bule Eropa yang Jadi Mafia ATM

0
177
Ilustrasi pembobol ATM. (Net)
Dijual Rumah

Denpasar, buktipers.com – Kejahatan yang melibatkan bule-bule Eropa dibongkar kepolisian. Polisi mengungkap kasus mafia ATM di wilayah Bali.

Polisi menangkap WN Polandia, Lachowski Dawid Przemyslaw (22) dan Wojcik Gawel Amadeusz (35), ditangkap polisi di kawasan Candidasa, Karangasem, Bali. Kedua bule itu ditangkap karena diduga memasang alat skimming di ATM.

“Modusnya pelaku melakukan shut down terhadap mesin ATM BUMN untuk dipasangi router yang berfungsi untuk mencuri data nasabah yang akan melakukan transaksi,” kata Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho kepada wartawan di Denpasar, Bali, Rabu (18/9/2019).

Dawid diketahui petugas masuk ke mesin ATM dan mencabut kabel power. Dawid juga terlihat memasang perangkat lain di mesin tersebut, sedangkan Gawel memantau di luar gerai ATM.

Tak lama kemudian, petugas menangkap kedua bule tersebut. Saat penggeledahan, polisi juga menemukan senjata tajam pada salah satu pelaku.

Setelah menangkap kedua pelaku, polisi lalu menggeledah tempat tinggal keduanya di rumah kos di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, dan di Denpasar. Polisi juga menyita barang bukti berupa 2 ponsel, paspor milik kedua tersangka, 1 kamera tersembunyi, 1 router, 1 hub, 1 tank potong, dan sebuah pisau tikam.

Atas perbuatannya, Dawid dan Gawel dijerat dengan Pasal 30 ayat (1) jo Pasal 46 ayat (1) dan/atau Pasal 33 jo Pasal 49 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951.

Sebelumnya polisi menangkap 4 orang WN Bulgaria pelaku kasus ilegal akses (skimming) ATM di kawasan Ubud maupun Sanur. Keempatnya menggunakan modus memasang kamera tersembunyi di balik lampu ATM bank.

“Pelaku skimming warga negara Bulgaria pertama ketangkep di TKP Ubud 1 tersangka, dan Sanur ada tiga tersangka. Ini secara keseluruhan kita sudah kerja sama dengan pihak terkait bank, seperti terdahulu router dan hidden camera ini berhasil kita ungkap,” kata Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho, Senin (9/9).

Keempat tersangka tersebut yakni Stoyanov Georgi Ivanov (43), Filip Aleksandrov (45), Boycho Angelov (41), dan Stoyan Vladimirov (37). Dari hasil interogasi, keempat pelaku ini tidak saling mengenal dan melakukan aksinya sendiri-sendiri.

“Dia mengaku tidak berteman. Keempatnya sudah di Bali selama 6 bulan menggunakan visa kunjungan. Uang hasil kejahatan dibelikan jam, baju,” jelasnya.

Meski mengaku tidak saling mengenal, modus yang digunakan keempat sama. Yakni, memasang kamera tersembunyi di belakang lampu.

“Anggota Subdit Siber bersama pihak bank melaksanakan patroli ke beberapa lokasi ATM dan menemukan beberapa aksesoris ATM yang rusak sehingga dilakukan pengecekan CCTV dan terlihat rekaman CCTV orang berkewarganegaraan asing membongkar dan memasang alat pada lampu mesin ATM Bank. Setelah dilakukan pengecekan ditemukan adanya kamera tersembunyi (hidden camera) yang merupakan alat yang digunakan oleh pelaku skimming,” jelasnya.

Penangkapan para tersangka ini dilakukan pada periode 28 Agustus-3 September 2019 dengan TKP mesin ATM restoran di Ubud, villa di Seminyak, villa maupun hotel di kawasan Sanur. Dari para tersangka polisi menyita 4 hidden camera, 1 router, uang tunai dari berbagai mata uang asing seperti Rp 54 juta, 5.285 euro, 223 ringgit, dan USD 20, hingga 1 unit mobil.

Sumber : detik.com