Cerita Pendeta Yason Yikwa Lindungi Warga Saat Rusuh di Wamena

0
109
Foto: Usman Hadi/detikcom
Dijual Rumah

Sleman, buktipers.com – Kondisi Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Wamena, dan wilayah di sekitarnya mencekam. Pagi itu tanggal 23 September 2019, ruko dan rumah warga pendatang dirusak dan dibakar oleh para perusuh. Di tengah kerusuhan itu muncul sosok Pendeta Yason Yikwa (52).

Yason adalah seorang pendeta Gereja Baptis Panorama di Phike, Desa Dokoku, Distrik Kubiki, Jayawijaya, Papua. Ketika terjadi kerusuhan, ia menjadi tameng sekaligus pelindung warga pendatang dari amukan massa. Setidaknya ada 500 warga yang berhasil dilindunginya.

“Tanggal 23 (September) hari Senin itu kami semua kaget. Kemudian kami berusaha untuk merapatkan, di mana massa demo anarkis pelemparan dan pembakaran bahkan pembunuhan, tapi warga yang dekat dengan pelayanan kami bisa dilindungi,” ujar Yason, Rabu (16/10/2019).

Hal itu disampaikan Yason usai menerima piagam penghargaan Pelopor Perdamaian tahun 2019 dari Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, di acara peringatan satu dasawarsa Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Candi Prambanan, Sleman, DIY.

Yason menuturkan, kerusuhan yang terjadi di Wamena dan sekitarnya dikarenakan munculnya isu rasisme. Hal itu yang menyebabkan sebagian masyarakat Papua tersulut emosinya, sehingga terjadi aksi perusakan dan pembakaran bangunan milik warga pendatang.

“Saya bagian dari hamba Tuhan, saya melihat teman-teman non Papua yang begitu mereka dalam ketakutan, sehingga saya sebagai hamba Tuhan menempatkan diri untuk menolong dan menyelamatkan karena bagian dari kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.

“Ruko-ruko mereka, rumah mereka dibakar (oleh perusuh). Tapi kami berusaha dengan menggerakkan anggota jemaah pemuda kaum bapa, kaum ibu, semua digerakkan untuk menyelamatkan manusia yang ada, dan semuanya dievakuasi ke Gereja Baptis Panorama, Phike,” sambung Yason.

Selain mengevakuasi warga ke dalam gereja, Yason juga berperan menenangkan massa perusuh. Kala itu para perusuh meminta agar warga pendatang yang berlindung di gereja keluar, tentu permintaan itu ditolaknya.

“Apabila kamu ingin membunuh mereka, lebih baik kamu bunuh saya” kata Yason.

Apa yang dilakukannya itu, kata Yason, tak lain adalah ajaran Tuhan yang mengajarkan cinta damai.

“Wamena sekarang sudah mulai baik, maka kami sebagai orang tua bekerja sama dengan pemerintah daerah yang ada, kemudian TNI-Polri, kami bersatu untuk bisa memulihkan daerah ini,” tutupnya.

 

Sumber : detik.com